Dayah Wakaf Barbate Terapkan Kurikulum Karantina 40 Hari untuk Bentuk Karakter dan Fondasi Keilmuan Santri Baru
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH BESAR | PASESATU.COM – Dayah Wakaf Barbate Islamic City, Blang Bintang, Aceh Besar, resmi menetapkan Kurikulum Santri Baru (Sanbar) sebagai program karantina selama 40 hari bagi seluruh santri baru. Kurikulum yang telah difinalkan ini dirancang untuk membentuk karakter, membiasakan ibadah, memperkuat hafalan Al-Qur'an, serta menanamkan disiplin dan adab sebelum santri mengikuti pendidikan reguler di lingkungan dayah.
Ketua Umum Yayasan Wakaf Barbate Islamic City, Prof. Dr. Sofyan A. Gani, M.A., menjelaskan bahwa program karantina merupakan tahap awal yang sangat penting dalam membangun mental, spiritual, dan kedisiplinan santri. Selama 40 hari, para santri akan menjalani pembinaan secara intensif melalui jadwal harian yang terstruktur sejak pukul 04.00 WIB hingga 23.00 WIB.
"Program ini menjadi fondasi awal agar seluruh santri memiliki kesiapan yang sama, baik dalam aspek ibadah, akhlak, kedisiplinan maupun kemampuan dasar sebelum memasuki proses pembelajaran utama di Dayah Wakaf Barbate," ujar Prof. Sofyan.
Kegiatan harian santri dimulai dengan tahajud, persiapan istighasah, shalat Subuh berjamaah, wirid pagi, setoran hafalan Al-Qur'an, kelas tahfidz, pembelajaran kitab, ta'lim, gotong royong, hingga program diniyah pada malam hari. Selain itu, santri juga dibiasakan mengikuti musyawarah, membaca Sirah Nabawiyah, murojaah hafalan, dan qailulah sebagai bagian dari pola pendidikan yang seimbang.
Dalam kurikulum tersebut, terdapat sepuluh materi pokok yang menjadi target pembinaan selama masa karantina, yaitu doa-doa ma'tsurah dan masnunah, praktik ibadah sehari-hari, pelajaran akhlak, belajar menulis Bahasa Arab, setoran membaca kitab Masail al-Muhtadi, pelajaran tauhid, setoran hafalan harian, menghafal tata tertib dayah, nasihat dari ustaz dayah, serta pembinaan langsung dari pengurus yayasan.
Selain jadwal harian, Dayah Wakaf Barbate juga menyusun program pembelajaran siang dan malam berdasarkan hari. Materi yang diberikan meliputi praktik ibadah, akhlak, tauhid, Bahasa Arab, tahfidz, doa-doa ma'tsurah, hingga pembinaan karakter dan ekstrakurikuler yang dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Rais Am Dayah Wakaf Barbate, Ustaz Muhammad Rais, mengatakan bahwa masa karantina bukan sekadar proses orientasi, tetapi merupakan pembentukan kebiasaan hidup islami yang akan menjadi bekal santri selama menempuh pendidikan di dayah.
"Selama 40 hari pertama, santri dibimbing agar terbiasa menjalankan ibadah dengan benar, menjaga adab, disiplin terhadap waktu, mencintai Al-Qur'an, serta memiliki akhlak yang baik. Kami berharap setelah menyelesaikan masa karantina, seluruh santri siap mengikuti pendidikan dengan semangat menuntut ilmu dg cara mengamalkan sunnah-sunnah Nabi dan siap menyampaikan Sunnah Nabi kepada ummat nantinya" ujar Ustaz Muhammad Rais.
Melalui Kurikulum Sanbar ini, Dayah Wakaf Barbate Islamic City menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem pendidikan terpadu yang tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pembentukan karakter, budaya disiplin, kepemimpinan, serta pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Program karantina 40 hari tersebut diharapkan menjadi pijakan kuat dalam mencetak generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap mengabdi kepada umat.***



