Dampak Banjir Masih Terasa, Warga Alue Dua Mulai Ramai Merantau ke Malaysia
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Delapan bulan setelah banjir besar menerjang Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, dampaknya masih membayangi kehidupan warga. Kesulitan memperoleh pekerjaan membuat sedikitnya 13 warga Gampong Alue Dua memilih meninggalkan kampung halaman untuk mencari nafkah di Malaysia.
Geuchik Gampong Alue Dua, Zainal Abidin atau yang akrab disapa Teungku Meutuah, mengatakan hingga Jumat (24/7/2026), sebanyak 13 warganya telah berangkat ke negeri jiran dengan harapan memperoleh pekerjaan yang lebih layak.
"Keputusan mereka merantau karena ingin mencari pekerjaan. Rata-rata yang berangkat merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA)," ujar Teungku Meutuah.
Ia menyebutkan, angka tersebut berpotensi terus bertambah. Dalam beberapa pekan terakhir, semakin banyak warga yang mendatangi kantor gampong untuk mengurus surat keterangan sebagai salah satu persyaratan pembuatan paspor.
Menurutnya, terbatasnya lapangan kerja di daerah serta belum pulihnya perekonomian masyarakat setelah bencana menjadi faktor utama yang mendorong warga usia produktif memilih bekerja di luar negeri.
"Sebagian besar berharap bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga karena peluang kerja di kampung masih sangat terbatas," katanya.
Fenomena ini menjadi gambaran bahwa dampak banjir tidak berhenti ketika air surut. Pemulihan ekonomi yang berjalan lambat membuat sebagian masyarakat harus mengambil keputusan besar dengan merantau ke luar negeri demi mempertahankan penghasilan dan masa depan keluarga.
Meningkatnya minat warga untuk bekerja di Malaysia juga menjadi indikator bahwa tantangan pemulihan ekonomi pascabencana masih memerlukan perhatian berbagai pihak, terutama dalam penyediaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat di tingkat gampong.***



