Berbulan-bulan di Huntara, Korban Banjir Aceh Utara Masih Menanti Jadup dan DTH
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Warga korban banjir bandang di Dusun Teungoh, Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, berharap pemerintah segera menyalurkan Jatah Hidup (Jadup), Dana Tunggu Hunian (DTH), serta bantuan stimulan perbaikan rumah yang hingga kini masih mereka nantikan.
Salah seorang warga terdampak, Nurjanah, mengatakan bahwa masyarakat yang saat ini masih menempati hunian sementara (Huntara) sangat membutuhkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
"Kami sekarang masih tinggal di Huntara. Kami berharap Jadup, DTH, dan bantuan stimulan segera disalurkan. Kami juga berharap pembangunan hunian tetap (Huntap) dapat segera direalisasikan agar kami memiliki tempat tinggal yang layak," kata Nurjanah, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, hingga beberapa bulan setelah banjir bandang melanda kawasan tersebut, banyak warga masih berupaya bangkit dari dampak bencana yang mengakibatkan kerusakan rumah dan hilangnya berbagai harta benda.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga masih bergantung pada bantuan pemerintah dan dukungan berbagai pihak. Mereka berharap proses penyaluran bantuan yang telah dijanjikan dapat segera direalisasikan sehingga dapat meringankan beban para penyintas.
Selain menunggu bantuan, warga juga berharap pembangunan Huntap dapat dipercepat. Pasalnya, Huntara yang saat ini ditempati hanya bersifat sementara dan memiliki berbagai keterbatasan.
Warga menilai percepatan penyaluran bantuan dan pembangunan hunian tetap merupakan bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Mereka berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan para korban hingga seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi selesai dilaksanakan.
Hingga kini, warga Dusun Teungoh masih menaruh harapan agar bantuan Jadup, DTH, bantuan stimulan, serta pembangunan Huntap dapat segera terealisasi sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal setelah terdampak banjir bandang.***



