BERITA TERKINI

Data Korban Banjir Disorot, Bupati Aceh Utara Tekankan Akurasi Pendataan

Foto Ilustrasi yang dibuat oleh AI

ACEH UTARA | PASESATU.COM — Persoalan pendataan korban banjir kembali mengemuka. Di tengah keluhan warga soal bantuan yang dinilai belum tepat sasaran, Bupati Aceh Utara menegaskan pentingnya data yang akurat, cepat, dan terverifikasi.

Penegasan itu disampaikan dalam forum evaluasi data korban banjir. Agenda tersebut menjadi krusial di tengah desakan publik agar penanganan pascabencana tidak lagi tersendat oleh persoalan administratif.

Menurut Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau akrab disapa Ayah Wa, data merupakan fondasi utama dalam penyaluran bantuan. Ia mengingatkan aparat di lapangan agar tidak lagi melakukan pendataan secara serampangan atau mengandalkan laporan sepihak tanpa verifikasi langsung.

“Jangan sampai yang terdampak justru tidak tercatat, sementara yang tidak terdampak menerima bantuan. Ini soal keadilan,” ujarnya, Jumaat (03/04/2026). 

Sorotan terhadap data korban bukan tanpa alasan. Di sejumlah wilayah terdampak, warga mengaku belum terdaftar sebagai penerima bantuan meski mengalami kerugian langsung. Sebaliknya, muncul pula keraguan terhadap validitas data yang digunakan pemerintah.

Situasi ini memperlihatkan lemahnya sinkronisasi data antarlembaga, mulai dari tingkat desa hingga instansi terkait. Ketidaksinkronan itu kerap memicu polemik di lapangan.

Evaluasi yang dilakukan pemerintah daerah dinilai tidak cukup jika hanya berhenti pada rapat. Verifikasi ulang yang objektif dan transparan dianggap mendesak, terutama untuk memastikan kondisi riil warga terdampak benar-benar terakomodasi.

Bupati juga mengingatkan aparat agar tidak bermain-main dalam proses pendataan. Kesalahan data dalam situasi bencana, kata dia, berdampak langsung pada warga yang sedang berada dalam kondisi rentan.

Di tengah harapan masyarakat akan distribusi bantuan yang adil, akurasi data menjadi ujian bagi pemerintah daerah. Bagi korban banjir, yang dibutuhkan bukan sekadar pernyataan, melainkan langkah konkret yang memastikan bantuan tepat sasaran.

Kini, publik menanti realisasi dari penegasan tersebut apakah akan berujung pada perbaikan nyata, atau kembali menjadi janji yang berulang setiap bencana datang.***



Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul