BERITA TERKINI

Usaha Kecil Dikorbankan? Pedagang Gorengan Keluhkan Jalan Berdebu ke Wakil Rakyat


ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Para pedagang gorengan di Gampong Tanjong Ceungai, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan kondisi jalan berdebu yang semakin parah dan berdampak langsung pada usaha kecil mereka.

Keluhan tersebut disampaikan kepada Anggota DPRK Aceh Utara dari Fraksi PKS, Zulkifli, yang akrab disapa Joel Panton, saat bersilaturahmi dengan warga, Selasa (24/6/2026).

Yang membuat situasi ini kian memprihatinkan, sebagian warga setempat diketahui masih merangkak dari musibah besar yang sebelumnya melanda kawasan tersebut. Di tengah upaya bangkit dan menata kembali ekonomi keluarga, mereka justru dihadapkan pada persoalan baru yang tak kunjung selesai.

Debu tebal yang beterbangan setiap kali kendaraan melintas membuat dagangan kerap tercemar. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas makanan, tetapi juga membuat pembeli ragu.

“Baru diangkat dari kuali, sudah kena debu. Pembeli jadi ragu mau beli,” ujar Kak Ni, salah seorang pedagang.

Warga menyebut kondisi ini semakin parah saat cuaca panas dan kering. Jalan yang belum diaspal dan minim perawatan membuat debu beterbangan sepanjang hari, bahkan masuk ke rumah dan tempat usaha warga.

Bagi para pedagang kecil, situasi ini seperti pukulan berulang. Setelah berjuang bangkit dari musibah, kini mereka harus kembali bertahan menghadapi dagangan yang terus terpapar debu.

“Baru mulai bangkit, sekarang harus lawan debu lagi. Kami ini mau bertahan saja sudah susah,” keluh seorang warga.

Para pedagang berharap wakil rakyat dapat menjadi jembatan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata. Mereka mendesak solusi konkret, mulai dari penyiraman rutin hingga percepatan pengaspalan jalan.

“Jangan tunggu kami berhenti jualan dulu baru diperbaiki,” kata pedagang lainnya dengan nada kecewa.

Selain berdampak pada ekonomi, warga juga mengkhawatirkan dampak kesehatan akibat paparan debu setiap hari. Mereka berharap keluhan ini tidak sekadar didengar, tetapi benar-benar ditindaklanjuti demi kelangsungan hidup masyarakat kecil.(*) 

Penulis : Abdul Rafar  | Editor : Syahrul