Lima Bulan Pascabanjir, Warga Aceh Utara Berburu Baju Lebaran di Toko Serba Rp35 Ribu
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Menjelang Hari Raya Idulfitri, sejumlah pusat perbelanjaan busana di Aceh Utara mulai dipadati masyarakat. Namun suasana belanja tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Banyak warga kini memilih berbelanja di toko pakaian dengan harga terjangkau, seperti toko serba Rp35.000.
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Hingga kini, sebagian masyarakat masih merasakan dampak ekonomi dari banjir besar yang melanda Aceh Utara pada 26 November 2025 lalu. Bencana tersebut tidak hanya merendam rumah dan fasilitas umum, tetapi juga memukul sumber penghidupan warga.
Lima bulan setelah banjir, kondisi ekonomi sebagian keluarga masih belum sepenuhnya pulih. Banyak usaha kecil yang sempat terhenti, sementara sebagian warga kehilangan pendapatan akibat rusaknya kebun maupun tempat usaha.
Di tengah kondisi tersebut, toko-toko dengan harga murah menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pakaian Lebaran.
Salah seorang warga Aceh Utara, Ismail, mengatakan dirinya bersama keluarga memilih berbelanja di toko serba Rp35.000 agar tetap bisa membeli pakaian Lebaran tanpa mengeluarkan biaya besar.
“Dengan uang sekitar Rp500 ribu saya sudah bisa membeli pakaian untuk satu keluarga di sini. Kualitasnya juga cukup bagus,” kata Ismail saat ditemui di salah satu pusat perbelanjaan.
Menurutnya, kondisi ekonomi tahun ini terasa jauh berbeda dibandingkan Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Dampak banjir yang terjadi beberapa bulan lalu masih terasa bagi sebagian masyarakat.
“Sebenarnya siapa yang tidak ingin membeli pakaian bermerek, apalagi untuk Lebaran. Tapi kondisi ekonomi belum memungkinkan,” ujarnya.
Meski demikian, Ismail mengaku tetap bersyukur masih dapat membeli pakaian baru untuk keluarganya. Baginya, yang terpenting adalah kebersamaan saat merayakan Idulfitri.
Di sisi lain, kondisi pascabanjir juga masih dirasakan oleh sebagian warga yang hingga kini belum dapat kembali ke rumah mereka. Sejumlah keluarga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian sambil menunggu rampungnya pembangunan hunian sementara (huntara) yang disiapkan pemerintah.
Bagi mereka, menyambut Lebaran tahun ini tentu bukan hal yang mudah. Selain menghadapi keterbatasan ekonomi, mereka juga harus menjalani kehidupan sementara di pengungsian.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa dampak banjir yang melanda Aceh Utara beberapa bulan lalu belum sepenuhnya berakhir. Di balik keramaian pusat perbelanjaan menjelang Lebaran, masih ada masyarakat yang berjuang memulihkan kehidupan mereka sedikit demi sedikit.
Meski demikian, semangat masyarakat untuk menyambut Idulfitri tetap terlihat. Bagi banyak keluarga, kebahagiaan Lebaran tidak selalu diukur dari mahalnya pakaian, tetapi dari kesempatan untuk tetap bersama dan saling menguatkan setelah melewati masa sulit.
