Lampu Lalu Lintas Mati, Risiko Tabrakan Mengintai di Jalinsum Panton Labu
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Klakson bersahutan memecah pagi di simpang empat Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Banda Aceh, Kota Panton Labu. Deru mesin meninggi. Seorang pengendara sepeda motor menarik gas untuk mendahului. Dari arah berlawanan, mobil melaju tanpa mengurangi kecepatan. Jarak kian menipis tabrakan nyaris tak terelakkan.
Situasi semacam itu bukan peristiwa sesekali. Warga menyebutnya pemandangan harian, terutama pada jam sibuk. Persimpangan tersebut tak lagi menjadi ruang lalu lintas yang tertib, melainkan arena saling mendahului. Pengendara yang ragu kerap terjebak, sementara yang nekat memilih melaju lebih dulu.
Lampu lalu lintas yang semestinya mengatur arus kendaraan tampak tak berfungsi. Perangkat itu berdiri tanpa nyala, disebut warga sudah lama tidak beroperasi. Tidak ada penjelasan resmi mengenai waktu perbaikan.
Dalam kondisi tanpa pengaturan yang jelas, pengendara mengandalkan perkiraan dan keberanian. Tidak ada kepastian giliran melintas. Risiko kecelakaan meningkat, terutama saat arus kendaraan padat dari empat arah.
“Setiap lewat sini pasti deg-degan. Rasanya seperti bertaruh nyawa,” kata Yanti, pengendara sepeda motor, Minggu, 29 Maret 2026.
Sejumlah pengguna jalan menilai imbauan untuk tertib berlalu lintas tetap penting. Namun, mereka berharap fasilitas dasar penunjang keselamatan juga berfungsi. Tanpa itu, upaya menjaga ketertiban dinilai tidak sepenuhnya efektif.
Hingga laporan ini ditulis, belum terlihat perbaikan pada lampu lalu lintas di persimpangan tersebut. Aktivitas kendaraan tetap padat, dan potensi kecelakaan masih membayangi setiap pengguna jalan yang melintas.(*


