BERITA TERKINI

Korban Banjir di Huntara Aceh Utara Bayar Meteran Listrik Secara Mandiri


ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Sejumlah warga korban banjir yang menempati hunian sementara (huntara) di Dusun Bahagia, Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, masih harus menanggung biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan dasar listrik.

Salah seorang warga, Mardiah, mengatakan ia menggunakan uang pribadi untuk memasang meteran listrik agar aliran listrik di huntara yang ditempatinya dapat digunakan.

“Kalau tidak dipasang sendiri, listrik tidak bisa dipakai,” ujar Mardiah, Ahad, 29 Maret 2026.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Ketua Aliansi Pers Kawal Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabanjir Aceh Utara, Marzuki A. Samad. Ia menilai, penyediaan listrik semestinya menjadi bagian dari fasilitas dasar yang telah disiapkan sebelum warga menempati huntara.

“Korban banjir seharusnya dipermudah, bukan dibebani biaya tambahan untuk fasilitas dasar seperti meteran listrik,” kata Marzuki.

Menurut dia, fakta bahwa warga masih harus mengeluarkan biaya sendiri menunjukkan kesiapan fasilitas dasar di huntara belum sepenuhnya tuntas. Padahal, hunian sementara dibangun sebagai solusi tempat tinggal layak bagi warga terdampak selama masa pemulihan.

Marzuki meminta pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi huntara, termasuk kelengkapan fasilitas pendukung seperti listrik, sanitasi, air bersih, dan drainase lingkungan.

“Jika kebutuhan dasar masih ditanggung warga, berarti proses rehabilitasi dan rekonstruksi belum berjalan utuh,” ujarnya.

Kepala Dusun Bahagia, Abdurrahman, membenarkan bahwa sebagian warga memasang meteran listrik secara mandiri menggunakan biaya pribadi. Hal itu, kata dia, terjadi karena fasilitas listrik di beberapa unit huntara belum tersedia sepenuhnya.

Warga berharap pemerintah segera melengkapi fasilitas dasar tersebut agar huntara dapat difungsikan sesuai tujuan, yakni sebagai tempat tinggal sementara yang aman, layak, dan tidak menambah beban hidup korban banjir.(*) 


Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul