Jeruk Nipis Melonjak hingga Rp20 Ribu per Kg, Kebun Petani Aceh Utara Rusak Diterjang Banjir
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Harga jeruk nipis di sejumlah pasar di kawasan Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, melonjak tajam hingga mencapai sekitar Rp20.000 per kilogram setelah banjir merendam kebun warga di Kecamatan Langkahan dan menyebabkan banyak pohon mati.
Berdasarkan pantauan pada Jumat (13/3/2026), harga komoditas tersebut sebelumnya hanya berkisar Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram. Kenaikan harga dipicu oleh menurunnya pasokan dari kebun warga yang terdampak banjir.
Sejumlah pedagang di pasar Panton Labu menyebutkan pasokan jeruk nipis dari wilayah Langkahan mulai berkurang sejak banjir melanda kawasan tersebut.
“Biasanya jeruk nipis dari Langkahan cukup banyak masuk ke pasar. Sekarang barangnya mulai susah didapat,” ujar salah seorang pedagang.
Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Utara tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga berdampak besar terhadap sektor pertanian. Di Kecamatan Langkahan, banyak pohon jeruk nipis milik petani dilaporkan mati setelah terendam air dalam waktu cukup lama.
Kondisi tersebut membuat para petani mengalami kerugian karena tanaman yang selama ini menjadi sumber penghasilan tidak dapat diselamatkan setelah banjir surut.
Selain kehilangan hasil panen, petani juga harus menanam kembali dari awal dan menunggu waktu cukup lama hingga pohon jeruk nipis dapat kembali berproduksi.
Selama ini jeruk nipis dari wilayah Langkahan dikenal sebagai salah satu komoditas yang dipasok ke berbagai daerah, termasuk Jakarta, untuk kebutuhan minuman, kuliner, hingga industri makanan.
Zakaria, salah seorang petani jeruk nipis di Kecamatan Langkahan, berharap pemerintah turut memperhatikan dampak banjir terhadap sektor pertanian.
“Para petani berharap pemerintah tidak hanya melihat dampak banjir pada permukiman warga, tetapi juga pada sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Tanpa dukungan pemulihan kebun, kami khawatir butuh waktu lama untuk kembali bangkit,” ujarnya.
Para petani berharap adanya langkah nyata dari pemerintah untuk membantu pemulihan kebun jeruk nipis di wilayah tersebut agar produksi dapat kembali normal dan perekonomian masyarakat perlahan pulih.(*)
