BERITA TERKINI

Isu Setoran Dana Rp100 Juta Mencuat, Publik Diimbau Tidak Mudah Percaya Informasi Hoaks

Pemerhati pendidikan Aceh Utara, Rafsanjani
Rafsanjani : pemerhati pendidikan Aceh Utara. Dok Ist

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Pemerhati pendidikan Aceh Utara, Rafsanjani, mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, khususnya yang beredar di media sosial. Imbauan ini disampaikan menyusul beredarnya konten di platform TikTok yang menuding adanya dugaan pengutipan dana hingga Rp100 juta per sekolah oleh Dinas Pendidikan Aceh Utara.

Menurut Rafsanjani, informasi tersebut perlu disikapi secara bijak dan rasional, mengingat belum adanya data dan fakta valid yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia menegaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi menyesatkan opini publik serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

“Di era digital saat ini, masyarakat harus lebih cermat dalam menerima informasi. Jangan mudah terpengaruh oleh konten yang belum jelas kebenarannya. Setiap informasi harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum dipercaya atau disebarluaskan,” ujar Rafsanjani, Jumat (27 Maret 2026).

Ia menilai tudingan pengutipan dana dalam jumlah besar tersebut tidak logis dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan akal sehat serta tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan pendidikan, Rafsanjani menekankan bahwa kritik tetap merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun demikian, kritik harus disampaikan secara konstruktif, berbasis data, serta tidak mengandung unsur fitnah.

“Kritik tentu diperlukan sebagai kontrol sosial, tetapi harus disertai bukti yang jelas dan disampaikan secara bertanggung jawab. Penyampaian informasi tanpa dasar justru dapat merugikan banyak pihak,” tambahnya.

Rafsanjani juga mengapresiasi langkah Bupati Aceh Utara yang dinilai aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, termasuk melalui siaran langsung di media sosial untuk menyerap aspirasi warga secara terbuka.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga integritas dunia pendidikan dengan tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya. Ia menegaskan bahwa edukasi publik mengenai bahaya hoaks sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial.

“Dunia pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, mari kita jaga dengan sikap bijak, termasuk dengan tidak menyebarkan informasi hoaks yang dapat merusak kepercayaan publik,” tegasnya.

Selain itu, Rafsanjani juga mengimbau masyarakat agar menempuh jalur resmi apabila menemukan indikasi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran pendidikan, seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ia menyarankan agar laporan disampaikan kepada lembaga yang berwenang, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Aceh maupun Inspektorat Aceh Utara, guna memastikan setiap dugaan pelanggaran ditindaklanjuti secara transparan dan akuntabel.

“Jika ada dugaan penyimpangan, laporkan melalui mekanisme resmi. Jangan langsung menyebarkan informasi yang belum tentu benar, karena hal tersebut dapat memperkeruh keadaan,” pungkas Rafsanjani.(*) 

Penulis : Redaksi | Editor : Syahrul