Harga Plastik dan Kemasan Makanan Naik, Pedagang Kecil Kesulitan Menjaga Biaya Usaha
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Dampak konflik Iran mulai dirasakan hingga ke pasar lokal di Aceh Utara. Kenaikan harga plastik kresek, plastik bungkus makanan, dan berbagai jenis kemasan kini mulai dikeluhkan para pedagang kecil.
Salah satu yang merasakan kondisi tersebut adalah Teuku Muhammad, pedagang nasi warteg di Kota Panton Labu, Aceh Utara. Ia mengaku harga kebutuhan kemasan untuk membungkus nasi, lauk, dan kuah mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kalau harga plastik terus naik, tentu sangat terasa bagi kami pedagang kecil. Setiap hari kami pakai untuk bungkus kuah, nasi, lauk, dan pesanan pelanggan. Kalau semuanya naik, biaya jualan juga ikut berat,” kata T.Muhammad, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, kenaikan harga kemasan menjadi beban tambahan di tengah usaha kecil yang sudah menghadapi tekanan biaya operasional. Di sisi lain, harga jual makanan tidak bisa dinaikkan begitu saja karena dikhawatirkan akan mengurangi jumlah pembeli.
“Kalau harga makanan dinaikkan, pembeli bisa berkurang. Tapi kalau tidak dinaikkan, keuntungan kami makin tipis. Jadi serba salah,” ujarnya.
Selain pedagang nasi, kondisi serupa juga dirasakan penjual gorengan, minuman, kue, dan pelaku UMKM rumahan yang bergantung pada kemasan plastik untuk menjual produk mereka.
Secara global, konflik Iran disebut memicu tekanan pada rantai pasok energi, petrokimia, dan logistik dunia. Dampaknya, harga bahan baku plastik ikut terdorong naik dan mulai dirasakan hingga ke pasar-pasar kecil di daerah.
Teuku Muhammad berharap harga kebutuhan kemasan dapat kembali stabil agar usaha kecil tidak semakin terbebani oleh situasi global yang berada di luar kendali mereka.
Bagi pedagang kecil, perang yang terjadi jauh di luar negeri kini terasa nyata lewat naiknya biaya usaha—dari ongkos distribusi hingga selembar plastik pembungkus makanan.(*)


