BERITA TERKINI

Musala Hanyut Diterjang Banjir, Warga Tanjong Meuleuweuk Tetap Tarawih di Tenda Darurat

Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul
Musala Hanyut Diterjang Banjir, Warga Tanjong Meuleuweuk Tetap Tarawih di Tenda Darurat

ACEH TIMUR | PASESATU.COM – Suasana Ramadhan di Dusun Tanjong Meuleuweuk, Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, tahun ini terasa berbeda. Musala yang selama ini menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan warga hanyut terseret banjir bandang, memaksa masyarakat melaksanakan shalat tarawih di tenda darurat.

Banjir yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan parah, termasuk merobohkan satu-satunya musala di dusun yang terletak di wilayah terisolir dan dikelilingi aliran sungai itu. Hingga kini, akses keluar-masuk dusun masih terbatas akibat dampak banjir.

Pada Rabu malam, 18 Februari 2026, warga tetap melaksanakan tarawih secara berjamaah di bawah tenda sederhana beratapkan terpal. Dengan penerangan seadanya dan beralaskan tikar, sebanyak 22 kepala keluarga (KK) berupaya menjalankan ibadah Ramadhan di tengah keterbatasan.

Keuchik Gampong Pante Rambong, Hermanto, menyampaikan bahwa musala tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat setempat.

"Musala itu bukan hanya tempat shalat, tetapi juga tempat anak-anak mengaji dan warga bermusyawarah. Sekarang bangunannya sudah hanyut. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah maupun para dermawan untuk membantu pembangunan kembali, ujarnya.

Bagi warga Dusun Tanjong Meuleuweuk, kehilangan musala bukan sekadar kehilangan bangunan fisik, tetapi juga hilangnya pusat aktivitas sosial dan spiritual. Meski demikian, semangat beribadah tetap terjaga. Anak-anak dan orang tua tetap hadir setiap malam untuk menunaikan tarawih secara berjamaah.

Masyarakat berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi dusun terpencil tersebut, agar pembangunan kembali musala dapat segera terwujud dan aktivitas keagamaan warga kembali normal.

Ramadhan tahun ini menjadi ujian sekaligus penguat kebersamaan bagi warga Dusun Tanjong Meuleuweuk. Di tengah keterbatasan, mereka tetap menjaga tradisi ibadah dan berharap bantuan segera datang untuk memulihkan sarana keagamaan yang hilang akibat bencana.(*)