BERITA TERKINI

Kasus ISPA Dominasi Gangguan Kesehatan Pascabanjir di Langkahan

Penulis : Redaksi| Editor : Syahrul
Kasus ISPA Dominasi Gangguan Kesehatan Pascabanjir di Langkahan
Petugas kesehatan Puskesmas Langkahan membagikan masker kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, sebagai upaya pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat debu dan sisa material pascabanjir. Dok Ist

ACEH UTARA | PASESATU.COM — Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak diderita masyarakat pascabanjir yang melanda Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada 26 November 2025 lalu. Peningkatan kasus ISPA tercatat signifikan dalam beberapa bulan setelah banjir.

Kepala Puskesmas Langkahan, Suwardi, pada Selasa (10/02/2026) kepada PASESATU menyampaikan bahwa berdasarkan data pelayanan kesehatan, jumlah kasus ISPA pada November 2025 tercatat sebanyak 112 kasus. Angka tersebut meningkat tajam pada Desember 2025 menjadi 360 kasus, sebelum menurun pada Januari 2026 dengan jumlah 166 kasus.

“ISPA merupakan penyakit yang paling dominan menyerang warga pascabanjir,” ujar Yusriadi. Ia menjelaskan, tingginya kasus ISPA dipicu oleh kondisi lingkungan yang masih dipenuhi debu dan sisa material banjir, sehingga berpengaruh terhadap kualitas udara di permukiman warga.

Selain ISPA, beberapa warga juga mengalami gangguan kesehatan lain, seperti penyakit kulit. Namun demikian, ISPA menjadi keluhan utama yang paling sering ditangani oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Langkahan.

Untuk menekan penyebaran ISPA, pihak puskesmas telah melakukan upaya pencegahan dengan membagikan masker kepada masyarakat dan mengimbau warga agar menggunakannya saat beraktivitas di luar rumah, terutama di lingkungan yang berdebu.

Meski demikian, pihak puskesmas masih menghadapi kendala dalam penerapan pencegahan di lapangan. Menurut Yusriadi, sebagian masyarakat belum memanfaatkan masker yang diberikan secara maksimal.

Puskesmas Langkahan terus mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala ISPA dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan pernapasan pascabanjir.(*)