Pasar Hewan Panton Labu Bangkit Pasca Banjir & Longsor, Perdagangan Mulai Pulih
Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Pasar Hewan Panton Labu, salah satu pusat perdagangan ternak terbesar di Aceh Utara, mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada Minggu (11/1/2026). Kebangkitan ini datang setelah pasar sempat lumpuh total akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Aktivitas jual beli hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba telah berlangsung, meski belum sepenuhnya normal. Para pedagang terlihat sibuk membersihkan dan menata kembali lapak mereka yang sebelumnya tertutup lumpur tebal, material banjir, serta reruntuhan dari material longsoran.
Bencana yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh hujan lebat berkepanjangan. Diduga kuat, pembukaan lahan baru dan maraknya penebangan kayu ilegal (illegal logging) di kawasan hulu menjadi pemicu utama.
Kerusakan lingkungan ini menyebabkan daya serap tanah menurun drastis, memicu bencana turunan berupa banjir bandang yang menghanyutkan gelondongan kayu serta tanah longsor di beberapa tebing dan lereng. Arus deras dan material longsoran tersebut memperparah kerusakan di pemukiman dan pusat ekonomi.
Dampak kerusakan masih sangat terasa. Banyak hewan ternak dilaporkan mati terendam banjir atau tertimbun longsor. Banjir dan longsor meninggalkan timbunan lumpur, kayu, dan bebatuan di rumah warga, masjid, meunasah, serta pekarangan di sejumlah gampong terdampak. Proses pembersihan hingga kini masih terus diupayakan secara mandiri oleh masyarakat.
Meski pasar mulai beraktivitas, tantangan masih ada. Sebagian pembeli dari luar daerah masih ragu datang karena menganggap pemulihan belum maksimal. Kerusakan akses jalan diperparah oleh titik-titik longsor yang memutus atau menyempitkan jalur transportasi, menghambat kelancaran distribusi dan kunjungan.
Para pedagang berharap pemulihan infrastruktur, terutama perbaikan jalan dan pengamanan tebing rawan longsor, dapat segera dilakukan agar roda ekonomi kembali berputar normal.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya pengendalian alih fungsi lahan, penertiban penebangan liar, dan penguatan upaya mitigasi bencana yang komprehensif, tidak hanya untuk banjir tetapi juga untuk ancaman tanah longsor. Tindakan pencegahan dinilai mendesak untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.(*)
