Istri Gubernur Aceh Tinjau Anak-Anak Belajar di Bawah Tenda Darurat di SD Negeri 6 Tanah Jambo Aye
Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Istri Gubernur Aceh, Marlina Usman, didampingi istri Bupati Aceh Utara, Muslina, meninjau langsung kondisi siswa yang terpaksa mengikuti proses belajar mengajar di bawah tenda darurat di SD Negeri 6 Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Selasa (13/1/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung dampak banjir terhadap dunia pendidikan, sekaligus memastikan kondisi fisik dan psikologis anak-anak pascabencana.
Di sela kunjungan, Marlina Usman tampak berbincang dengan para siswa dan guru, serta menyaksikan proses belajar yang berlangsung dalam keterbatasan. Anak-anak terlihat tetap bersemangat meski harus belajar tanpa ruang kelas yang layak.
Istri Bupati Aceh Utara, Muslina, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dialami para siswa. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus melakukan upaya percepatan pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir.
“Kami sangat merasakan kesulitan yang dihadapi anak-anak kita. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui dinas terkait akan terus berkoordinasi agar proses pembersihan dan perbaikan sekolah dapat segera selesai. Fokus utama kami adalah mengembalikan keceriaan anak-anak agar mereka bisa kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman,” ujar Muslina.
Kepala SD Negeri 6 Tanah Jambo Aye, Lili Andasna, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa saat ini sekitar 390 hingga 400 siswa masih harus belajar di bawah tenda darurat karena kondisi ruang kelas belum memungkinkan untuk digunakan.
“Ruangan kelas masih dipenuhi lumpur, dan beberapa sarana belajar mengalami kerusakan berat. Jika cuaca mendukung dan proses pembersihan berjalan lancar, kami memperkirakan normalisasi bisa selesai dalam waktu sekitar satu minggu hingga sepuluh hari ke depan,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh istri Gubernur Aceh dan istri Bupati Aceh Utara. “Kunjungan ini menjadi suntikan semangat bagi guru dan siswa kami di tengah kondisi sulit pascabanjir,” tambah Lili.
Keprihatinan Istri Gubernur Aceh
Marlina Usman mengaku tersentuh melihat keteguhan dan semangat belajar anak-anak meski harus berada di bawah tenda darurat. Ia menekankan pentingnya tidak hanya pemulihan fisik sekolah, tetapi juga pendampingan psikologis bagi para siswa.
“Anak-anak bukan hanya membutuhkan ruang kelas yang bersih dan layak, tetapi juga pendampingan trauma healing agar pengalaman banjir ini tidak menghambat semangat mereka untuk belajar. Insya Allah, bantuan akan segera kita salurkan,” ujar Marlina.
Kunjungan tersebut ditutup dengan pemberian dukungan moril kepada pihak sekolah serta harapan agar sektor pendidikan di Aceh Utara dapat segera pulih dan bangkit pascabencana banjir.(*)
