Harga Ayam Potong Naik Pascabanjir, Penjual Ayam Geprek di Panton Labu Keluhkan Dampak
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Kenaikan harga sejumlah bahan pokok pascabanjir mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Kecamatan Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara. Salah satu yang terdampak adalah penjual nasi ayam geprek yang terpaksa menyesuaikan harga jual akibat melonjaknya harga ayam potong dan bahan dapur lainnya.
Fitri, penjual nasi ayam geprek di Panton Labu, mengatakan harga jual dagangannya sebelum banjir masih Rp10.000 per porsi. Namun, setelah banjir melanda dan harga bahan baku naik, ia menaikkan harga menjadi Rp15.000 per porsi.
“Sekarang harga ayam potong sangat mahal, bahkan sulit didapat. Stok sering kosong, sementara pembeli juga banyak yang mengeluh,” kata Fitri saat ditemui wartawan, Sabtu (3/1/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada ayam potong, tetapi juga pada bahan pokok lain seperti beras dan cabai. Harga beras yang sebelumnya sekitar Rp230.000 per zak kini naik menjadi Rp250.000 per zak. Sementara itu, harga cabai melonjak hingga mencapai Rp80.000 per kilogram.
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kecil berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, mereka harus menutup biaya produksi agar usaha tetap berjalan. Di sisi lain, daya beli masyarakat pascabanjir cenderung menurun.
“Kalau harga tidak dinaikkan, kami tidak bisa menutup modal. Tapi kalau dinaikkan, pembeli jadi berkurang,” ujarnya.
Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan pangan dan memperlancar distribusi pascabanjir. Mereka menilai upaya tersebut penting agar pelaku usaha kecil di Aceh Utara dapat bertahan dan tidak semakin terpuruk akibat kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.(*)
