Haji Uma Tinjau Jembatan Bailey Teupin Mane Kabupaten Bireuen, Minta Semua Pihak Sinergi
Font Terkecil
Font Terbesar
Penulis : Tim Pasesatu| Editor : Syahrul
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan sekaligus meluruskan informasi yang berkembang terkait dugaan hilangnya sejumlah baut pada jembatan darurat penghubung jalur Kabupaten Bireuen ke Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Kehadirannya ke lokasi bertujuan agar informasi yang beredar tidak berkembang liar dan menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Menurutnya, pengecekan langsung di lapangan penting dilakukan agar semua pihak memperoleh gambaran yang utuh dan objektif.
“Hari ini saya datang ke lokasi dalam kapasitas selaku anggota Komite I DPD RI yang turut membidangi bidang keamanan, bertujuan ingin melihat langsung kondisi di lapangan secara riil. Supaya memperoleh informasi objektif terhadap polemik yang berkembang di ranah publik agar tidak menjadi konsumsi liar", ujar Haji Uma.
Berdasarkan hasil peninjauan, Haji Uma menilai Jembatan Bailey tersebut masih bersifat darurat dan belum sepenuhnya rampung. Ia juga menemukan adanya perbedaan pada salah satu bagian konstruksi jembatan yang menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
“Setelah kita lihat langsung, memang ada satu bagian yang berbeda dari sisi cat dan konstruksinya. Namun hal ini perlu disikapi dengan kepala dingin dan tidak tergesa-gesa menyimpulkan,” katanya.
Ia menqmbahkan, jika dilihat dari sisi nilai ekonomi, baut yang diduga hilang tersebut relatif kecil. Karena itu, ia meminta semua pihak tidak saling menuduh dan lebih mengedepankan prinsip keselamatan dan kepentingan masyarakat pengguna jembatan.
“Kalau motifnya pencurian, di lokasi ini masih banyak material lain yang secara nilai ekonomisnya lebih tinggi. Jadi yang terpenting sekarang adalah memastikan jembatan ini aman digunakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Selanjutnya Haji Uma juga menekankan pentingnya pengamanan di sekitar jembatan, mengingat jembatan Bailey merupakan jembatan darurat dengan arus lalu lintas yang cukup tinggi. Menurutnya, pengaturan lalu lintas dan pengawasan perlu dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, anggota Babinsa Koramil 05 Juli, Serma Hasanuddin, mengatakan pihaknya sebelumnya menerima laporan dari warga terkait hilangnya sejumlah baut di jembatan tersebut. Informasi itu kemudian dilaporkan ke pimpinan sebagai bahan tindak lanjut.
“Informasi awal saya terima dari warga. Setelah itu langsung saya laporkan ke pimpinan dan saya dokumentasikan sebagai bahan laporan,” ujar Hasanuddin.
Meski demikian, Hasanuddin menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi terlalu jauh terkait motif kejadian tersebut dan tetap mengedepankan aspek keamanan jembatan.
Dalam kesempatan yang sama, Haji Uma mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan fasilitas publik. Ia menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah gampong, dan masyarakat setempat.
“TNI dan Polri harus tetap kompak dan bersatu, bersinergi dengan pemerintah gampong serta masyarakat, agar tercipta kondisi yang aman dan nyaman bagi semua,” pungkas Haji Uma.
Dengan dibangunnya Jembatan Bailey oleh TNI Angkatan Darat, akses transportasi dari Kabupaten Bireuen menuju Aceh Tengah kini kembali dapat dilalui. Keberadaan jembatan darurat tersebut sangat membantu mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga di kedua wilayah.(*)
