BERITA TERKINI

Pon Yahya Nahkodai KPA Samudra Pasè, Ini Jejak Perjuangan dan Kiprahnya

Pon Yahya Nahkodai KPA Samudra Pasè, Ini Jejak Perjuangan dan Kiprahnya

ACEH UTARA | PASESATU.COM
– Saiful Bahri A. Djalil, yang lebih dikenal dengan nama Pon Yahya, kini dipercaya menakhodai Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudra Pasè, menggantikan almarhum Abubakar A. Latif (Abu Len). Penunjukan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua KPA Pusat Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, pada Jumat (6/3/2026).

Pon Yahya merupakan salah satu tokoh yang memiliki rekam jejak panjang dalam perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) hingga kiprahnya di dunia politik Aceh.

Dikutip dari Wikipedia, Pon Yahya lahir dengan nama Saiful Bahri pada 17 Juli 1977 di Gampong Cot Seutui, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Ia dikenal sebagai mantan pejuang GAM yang kemudian terjun ke dunia politik melalui Partai Aceh.

Saat konflik Aceh masih berlangsung, Pon Yahya menjabat sebagai Komandan Operasi (Danops) GAM Daerah II Teungku Chiek di Cot Plieng di wilayah Samudra Pasè. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Panglima GAM Sagoe Teungku Chiek di Buloh.

Setelah penandatanganan perjanjian damai Aceh pada 2005, Pon Yahya tetap aktif dalam organisasi mantan kombatan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Teungku Chiek di Buloh, Daerah II Teungku Chiek di Cot Plieng, Samudra Pasè.

Karier politiknya dimulai ketika ia terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh untuk daerah pemilihan Aceh 5 yang meliputi Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe pada periode 2019–2024, dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.

Dalam perjalanan politiknya, Pon Yahya juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRA ke-17 pada periode 13 Mei 2022 hingga 26 September 2023, menggantikan Dahlan Jamaluddin sebelum kemudian digantikan oleh Zulfadhli.

Di luar aktivitas politik, Pon Yahya juga dikenal sebagai pengusaha di sektor perkebunan kelapa sawit dan karet. Usaha tersebut dibangun beberapa tahun setelah perdamaian Aceh, dan melibatkan masyarakat sekitar serta rekan-rekan seperjuangannya.

Pria yang juga akrab disapa Tanggy ini dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ia kerap membantu masyarakat kurang mampu serta mendukung kegiatan pendidikan agama seperti dayah dan balai pengajian di Aceh Utara.

Dengan penunjukan sebagai Ketua KPA Wilayah Samudra Pasè, Pon Yahya diharapkan mampu melanjutkan kepemimpinan almarhum Abu Len serta menjaga soliditas organisasi mantan kombatan GAM di wilayah tersebut.(*) 

Penulis : Syahrul  | Editor : Tim Pasesatu