BERITA TERKINI

Debu Sisa Banjir Selimuti Jalan Lintas Langkahan, Pengungsi Bertahan di Tengah Ancaman ISPA

Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul

ACEH UTARA | PASESATU.COM  — Setiap kali kendaraan melintas di Jalan Lintas Kecamatan Langkahan, kepulan debu cokelat beterbangan dan menutup pandangan. Debu itu berasal dari lumpur sisa banjir besar yang melanda Aceh Utara pada 26 November 2025 lalu. Hingga kini, dampaknya masih harus dihirup warga dan pengungsi yang bertahan di sekitar lokasi.

Pantauan pada Senin (19/1/2026), badan jalan yang sempat tertutup lumpur kini mengering dan berubah menjadi debu halus. Lalu lalang kendaraan roda dua dan roda empat membuat debu terus beterbangan, masuk ke tenda-tenda pengungsian, menempel pada pakaian, makanan, serta perlengkapan sehari-hari warga.

Bagi Maimunah, salah seorang warga terdampak, debu bukan sekadar gangguan kenyamanan. Setiap hari ia dan keluarga harus menutup hidung dan mulut saat kendaraan lewat. Anak-anak di pengungsian pun kerap batuk dan mengeluh sesak napas.

“Kalau kendaraan lewat, debunya langsung masuk ke tenda. Kami takut anak-anak sakit. Setiap hari kami menghirup debu ini,” ujar Maimunah lirih.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang daya tahan tubuhnya menurun pascabencana. Debu yang beterbangan juga mengganggu pengguna jalan karena kerap menutup jarak pandang.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah sederhana namun berdampak, seperti penyiraman rutin atau pembersihan menyeluruh badan jalan. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi debu, terutama saat cuaca panas dan arus kendaraan meningkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat penanganan intensif di sepanjang ruas Jalan Lintas Langkahan. Di tengah keterbatasan dan sisa-sisa trauma banjir, warga dan pengungsi berharap perhatian pemerintah segera hadir, agar mereka tidak kembali menjadi korban kali ini oleh debu yang setiap hari mereka hirup.(*)