Awal Tahun 2026, Harga Ayam Potong di Panton Labu Melonjak hingga Rp40 Ribu per Kilogram
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Memasuki awal tahun 2026, harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, mengalami lonjakan tajam. Kenaikan harga ini terjadi di tengah upaya pemulihan warga pascabanjir yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh dalam beberapa pekan terakhir.
Sejak 1 Januari 2026, harga ayam potong yang sebelumnya berada di kisaran Rp28.000 per kilogram kini menembus Rp40.000 per kilogram. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena terjadi bersamaan dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga pada awal tahun.
Sejumlah pedagang menyebut lonjakan harga dipicu menurunnya pasokan ayam akibat dampak banjir dan pemadaman listrik massal. Banjir merendam kandang ternak, sementara listrik yang padam selama berhari-hari mengganggu sistem pemeliharaan ayam.
“Banyak kandang terendam banjir, ditambah listrik mati cukup lama. Ayam banyak mati karena kipas dan penerangan tidak berfungsi,” ujar seorang pedagang ayam potong di pasar tradisional Panton Labu, Kamis (1/1/2026).
Menurut pedagang, tingkat kematian ayam terjadi di berbagai sentra peternakan di Aceh. Akibatnya, pasokan ke pasar menurun drastis sehingga harga di tingkat pengepul hingga pedagang eceran ikut melonjak.
“Stok berkurang, sementara kebutuhan tetap ada. Harga dari pemasok sudah mahal, jadi kami terpaksa menyesuaikan,” katanya.
Kenaikan harga ini langsung dirasakan masyarakat. Sejumlah pembeli mengaku harus mengurangi jumlah pembelian karena kondisi ekonomi keluarga belum sepenuhnya pulih pascabencana.
“Biasanya beli satu ekor, sekarang setengah saja. Banyak biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki rumah setelah banjir,” ujar Fatimah, warga Kecamatan Tanah Jambo Aye.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai langkah pengendalian harga ayam potong pada awal tahun 2026 pascabanjir dan pemadaman listrik di Aceh Utara. Warga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera melakukan intervensi agar harga kebutuhan pokok kembali stabil.(*)
