Pascabanjir, Warga Baktiya Kesulitan Dapatkan LPG 3 Kilogram
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Kondisi pascabanjir di Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, masih menyisakan berbagai persoalan bagi warga. Salah satunya adalah kesulitan memperoleh gas LPG 3 kilogram. Pada Kamis (25/12/2025), puluhan ibu rumah tangga tampak mengantre panjang di sejumlah pangkalan dan warung pengecer demi mendapatkan gas bersubsidi tersebut.
Sejak pagi, warga sudah berdatangan dengan membawa tabung gas kosong. Mereka menunggu berjam-jam dengan harapan bisa mendapatkan satu tabung LPG untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Namun, tidak sedikit yang terpaksa pulang tanpa hasil karena stok di pangkalan terbatas.
Sebagian besar warga yang mengantre merupakan korban banjir. Selain rumah yang sempat terendam, sejumlah peralatan dapur milik mereka rusak dan tidak dapat digunakan. Kondisi ini membuat keberadaan gas LPG menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Banjir yang sebelumnya melanda wilayah Baktiya diketahui berdampak pada terganggunya distribusi logistik. Akses jalan yang sempat terputus serta aktivitas transportasi yang belum sepenuhnya pulih diduga menyebabkan pasokan LPG 3 kilogram ke tingkat pangkalan tersendat.
“Sudah keliling ke beberapa tempat, tapi kosong semua. Kalau ada pun antreannya panjang,” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi antrean.
Bagi keluarga terdampak, keterbatasan gas LPG menambah beban hidup pascabencana. Banyak warga masih bertahan di rumah yang belum sepenuhnya layak huni, sementara sebagian lainnya masih mengungsi. Tanpa gas, aktivitas memasak untuk anak-anak dan lansia menjadi semakin sulit.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan berkepanjangan jika tidak segera ditangani. Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera memastikan kelancaran distribusi LPG bersubsidi, khususnya di wilayah yang terdampak banjir.
Selain bantuan sembako dan kebutuhan darurat lainnya, warga menilai ketersediaan energi rumah tangga seperti gas LPG juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. Mereka berharap perhatian terhadap kebutuhan dasar ini dapat membantu meringankan beban masyarakat kecil yang terdampak.
Pascabanjir di Baktiya tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga persoalan kehidupan sehari-hari. Antrean panjang gas LPG 3 kilogram menjadi gambaran bahwa proses pemulihan masih membutuhkan perhatian dan penanganan yang menyeluruh.(*)
