Krisis Pangan Mengintai, Harga Beras di Aceh Tengah Naik hingga Rp350 Ribu per Sak
![]() |
| Foto Ilustrasi |
ACEH TENGAH | PASESATU.COM — Harga beras di Kabupaten Aceh Tengah mengalami kenaikan signifikan pascabanjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah. Hingga Selasa (23/12/2025), harga beras di tingkat pedagang mencapai sekitar Rp350.000 per sak ukuran 15 Kilogram atau setara Rp23.000 hingga Rp24.000 per kilogram.
Kenaikan tersebut dirasakan memberatkan warga, terutama masyarakat yang terdampak langsung bencana. Seorang warga Takengon yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut dengan lonjakan harga kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih.
“Pasca banjir dan longsor, banyak warga kehilangan harta benda. Sekarang harga beras naik tinggi, tentu sangat memberatkan, apalagi bagi keluarga kecil,” ujarnya.
Para pedagang menyebutkan, melonjaknya harga beras dipicu terganggunya distribusi akibat akses jalan yang rusak dan tertutup longsor di sejumlah titik. Salah satu jalur utama yang terdampak adalah akses dari Aceh Utara melalui Simpang KKA menuju Aceh Tengah.
“Banyak jalan rusak parah dan longsor. Mobil pengangkut beras sulit masuk, pasokan berkurang, sehingga harga ikut naik,” kata seorang pedagang beras di pusat Kota Takengon.
Terputusnya jalur distribusi ini dinilai memperparah kondisi masyarakat yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana alam. Selain kesulitan ekonomi, warga juga mulai khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan jika kondisi ini berlangsung lama.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, seperti mengendalikan harga dan memastikan kelancaran distribusi bahan pokok. Mereka juga meminta agar bantuan beras dan kebutuhan pangan lainnya diprioritaskan untuk wilayah terdampak banjir dan longsor.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait lonjakan harga beras maupun penutupan akses jalan dari Aceh Utara. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, instansi terkait dikabarkan tengah memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan pihak distributor untuk menormalkan pasokan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat ketahanan pangan masyarakat sangat rentan terganggu saat bencana terjadi. Warga berharap pemerintah dapat bertindak cepat dan transparan agar stabilitas harga serta kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga pascabencana.(*)
