BERITA TERKINI

Harga Cabai Rawit di Aceh Utara Tembus Rp100 Ribu per Kilogram, Distribusi Terkendala Akses Jalan


ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Aceh Utara mengalami lonjakan signifikan hingga menembus Rp100.000 per kilogram, Sabtu (27/12/2025). Kenaikan harga tersebut dipicu terganggunya distribusi dari daerah sentra produksi, terutama Kabupaten Bener Meriah, akibat kondisi akses jalan yang belum sepenuhnya pulih.

Pantauan di pasar Panton Labu Kecamatan Tanah Jambo Aye menunjukkan pasokan cabai rawit dalam beberapa hari terakhir cenderung terbatas. Pedagang menyebut kendaraan pengangkut kesulitan melintas di jalur penghubung antarwilayah karena kerusakan jalan dan hambatan lalu lintas, sehingga pasokan tidak masuk secara rutin.

“Biasanya cabai datang setiap hari, sekarang tidak menentu. Kalau barang sedikit, harga otomatis naik,” ujar salah seorang pedagang di Aceh Utara.

Lonjakan harga ini berdampak langsung pada masyarakat. Cabai rawit merupakan komoditas penting dalam kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Kenaikan harga membuat sebagian warga mengurangi jumlah pembelian atau menyesuaikan pengeluaran belanja dapur.

Pedagang kecil juga berada dalam posisi sulit. Dengan stok terbatas dan harga beli yang tinggi, mereka harus menyesuaikan harga jual di tengah daya beli masyarakat yang menurun. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas perdagangan di pasar tradisional.

Kenaikan harga cabai rawit ini terjadi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, saat permintaan bahan pangan biasanya meningkat. Sejumlah warga mengaku harus lebih selektif dalam berbelanja kebutuhan dapur akibat kenaikan harga tersebut.

Para pedagang berharap distribusi cabai dari daerah penghasil segera kembali lancar agar pasokan stabil dan harga dapat kembali normal. Jika gangguan distribusi berlangsung lama, dikhawatirkan akan berdampak pada kenaikan harga komoditas pangan lainnya.

Hingga kini, aktivitas jual beli di pasar-pasar tradisional Aceh Utara masih berjalan, meski terjadi penurunan minat beli cabai rawit akibat harganya yang relatif tinggi.(*) 

Editor : Syahrul