Banjir di Aceh Utara Berdampak pada 433 Ribu Jiwa, 215 Orang Dilaporkan Meninggal
Font Terkecil
Font Terbesar
Penulis : Syahrul | Editor : Tim Pasesatu
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara hingga akhir Desember 2025 menimbulkan dampak besar terhadap warga dan infrastruktur. Berdasarkan data sementara Pusat Informasi Posko Bencana Banjir BPBD Aceh Utara per 31 Desember 2025 pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 124.549 kepala keluarga atau 433.064 jiwa terdampak langsung akibat bencana tersebut.
Dari jumlah itu, 19.047 kepala keluarga dengan total 67.876 jiwa terpaksa mengungsi ke berbagai lokasi yang disediakan pemerintah dan masyarakat. Pengungsi terdiri dari berbagai kelompok rentan, termasuk puluhan ribu siswa yang aktivitas pendidikannya terganggu.
Data BPBD juga mencatat korban jiwa akibat banjir mencapai 215 orang meninggal dunia, sementara 2.127 orang mengalami luka-luka. Selain itu, enam orang dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian. Bencana ini turut berdampak pada kelompok rentan, seperti 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, serta 513 penyandang disabilitas.
Tidak hanya korban manusia, banjir juga menyebabkan kerusakan luas pada permukiman warga. Sebanyak 72.364 rumah terendam, 3.506 rumah dilaporkan hilang, serta ribuan lainnya mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, hingga ringan. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, termasuk jalan, jembatan, tanggul sungai, sekolah, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, hingga perkantoran pemerintah.
Sektor pertanian dan perikanan ikut terdampak signifikan. BPBD mencatat 11.929 hektare lahan padi mengalami puso, sementara 10.674 hektare tambak terendam banjir, yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan dan ekonomi warga dalam jangka menengah.
Untuk penanganan darurat, pemerintah daerah bersama unsur terkait telah membuka 210 titik lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai kecamatan. Upaya pendataan, distribusi bantuan, serta perbaikan infrastruktur terus dilakukan secara bertahap, sembari menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan cuaca.
BPBD Aceh Utara menyatakan data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi lanjutan di tingkat gampong hingga kecamatan.(*)
