Abrasi Makin Parah, Mualem Tinjau Kerusakan Parah di Lhok Pu'uk
Font Terkecil
Font Terbesar
![]() |
| Gubernur Aceh Mualem, bersama Bupati Aceh Utara serta Geuchik Lhok Pu’uk Bakhtiar, saat meninjau abrasi parah yang mengancam permukiman warga di Gampong Lhok Pu’uk, Kecamatan Suenuddon. |
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), melakukan kunjungan kerja ke Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Suenuddon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (16/11/2025). Kehadiran Mualem disambut antusias warga yang sudah lama menantikan perhatian pemerintah terhadap abrasi parah yang mengancam rumah-rumah penduduk.
Video Tiktok @muzakirmanaf1964
Dalam kunjungan tersebut, Mualem turut didampingi oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail Ajalil (Ayah Wa), serta sejumlah tokoh seperti anggota DPRK Tgk Melaboh, Tgk Juned, dan mantan anggota DPRK, Geuchik Lhok Puuk Baktiar. Rombongan meninjau langsung kondisi darurat di lokasi yang selama beberapa tahun terakhir menjadi titik abrasi paling kritis di wilayah Aceh Utara.
Air laut telah masuk jauh ke permukiman, bahkan sejumlah rumah warga kini berada di bibir pantai dan terancam hanyut jika pasang purnama kembali terjadi. Jalan Gampong Lhok Puuk juga hampir putus karena setengah badan jalan telah amblas diterjang ombak. Kondisi ini membuat akses satu-satunya ke gampong sangat rawan bagi warga.
Sumber Video : tiktok @ismail A Jalil (Ayah WA)
Setelah melihat langsung kerusakan, Gubernur Mualem menyampaikan bahwa situasi di Lhok Puuk tidak bisa dibiarkan lebih lama. Ia menegaskan komitmen pemerintah Aceh untuk segera melakukan langkah penanganan darurat. Menurutnya, abrasi yang terjadi sudah termasuk kategori berat dan membutuhkan intervensi cepat berupa perkuatan tebing pantai, pembangunan batu gajah, serta penataan ulang jalur akses warga.
Sementara itu, Bupati Aceh Utara H. Ismail Ajalil (Ayah Wa) meminta agar penanganan dilakukan secara terpadu antara Pemerintah Aceh, Pemkab Aceh Utara, dan instansi terkait. Ia menegaskan bahwa tanpa penanganan segera, bukan hanya jalan yang akan hilang, tetapi rumah-rumah warga juga terancam ikut terbawa arus.
Warga berharap kunjungan ini menjadi awal percepatan pembangunan proteksi pantai agar mereka kembali hidup aman tanpa dihantui ancaman abrasi setiap bulan.(*)
