Teuku Ricky Mundur dari Ketua Umum PPAM, Sampaikan Terima Kasih kepada Haji Uma
Font Terkecil
Font Terbesar
KUALA LUMPUR | PASESATU.COM – Teuku Ricky resmi menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua Umum Persatuan Perantau Aceh Malaysian (PPAM). Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan, tanpa mengurangi kecintaan dan komitmennya terhadap organisasi sosial yang menaungi masyarakat Aceh di Malaysia tersebut.
PPAM selama ini dikenal sebagai wadah kebersamaan dan gerakan sosial perantau Aceh di Negeri Jiran. Sejak awal berdiri, organisasi ini aktif melaksanakan kegiatan sosial seperti penggalangan dana, santunan untuk warga yang tertimpa musibah, hingga penguatan silaturahmi antarperantau.
Dalam keterangannya, Teuku Ricky menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pengurus dan anggota PPAM atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya selama memimpin organisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukan akhir dari perjalanan organisasi.
“PPAM adalah milik kita semua. Keputusan saya untuk mundur murni pertimbangan pribadi. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan pengurus dan seluruh anggota yang selama ini selalu setia mendukung. Semoga PPAM tetap solid dan terus hadir sebagai wadah sosial bagi masyarakat Aceh di Malaysia,” ujar Teuku Ricky.
Dalam kesempatan itu, Teuku Ricky juga secara khusus menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada Senator asal Aceh, H. Sudirman, S.Sos atau akrab disapa Haji Uma. Menurutnya, Haji Uma telah memberikan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan sosial yang dijalankan PPAM.
“Kami sangat berterima kasih kepada Haji Uma yang senantiasa mensupport setiap langkah sosial PPAM. Dukungan beliau bukan hanya motivasi, tapi juga bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat Aceh di perantauan. Kepercayaan yang telah beliau berikan kepada saya pribadi maupun kepada PPAM adalah amanah besar, dan itu akan terus menjadi penyemangat bagi kami semua,” ungkapnya.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum, Teuku Riski menegaskan dirinya tetap akan mendukung dan bersama-sama dengan pengurus lain dalam setiap kegiatan sosial yang dilakukan PPAM. Ia berharap ke depan organisasi ini semakin solid, terus berkontribusi, dan menjadi contoh nyata kebersamaan masyarakat Aceh di luar negeri.
“Saya mungkin tidak lagi berada di posisi Ketua Umum, tapi rasa memiliki terhadap PPAM tetap sama. Mari kita teruskan perjuangan sosial ini bersama-sama, karena keberadaan PPAM adalah cermin dari persatuan dan kepedulian kita sebagai perantau,” tambahnya.
Hingga saat ini, PPAM masih tetap berjalan dengan program-program sosial yang sudah direncanakan. Para pengurus juga menyatakan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan organisasi, sembari menunggu proses penentuan kepemimpinan selanjutnya.(*)