BERITA TERKINI

Ketergantungan Pangan Aceh pada Sumut Ganggu Kemandirian Ekonomi Daerah


ACEH UTARA | PASESATU.COM
- Provinsi Aceh dikenal memiliki potensi besar di sektor pangan. Namun sayangnya, potensi ini belum termanfaatkan secara optimal, sehingga Aceh masih bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar daerah, terutama dari Provinsi Sumatera Utara.

Pantauan media ini pada Senin (14/7/2025) di salah satu pasar tradisional di Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, menunjukkan bahwa hampir seluruh kebutuhan pokok masyarakat masih disuplai dari Medan dan sekitarnya. Komoditas penting seperti telur ayam, gula pasir, minyak goreng curah, serta berbagai jenis sayuran seperti wortel, tomat, kol, brokoli, dan kentang, masih didatangkan dari luar daerah. Bahkan, buah-buahan dari dataran tinggi Tanah Karo (Sumatera Utara) juga mendominasi pasar di kota perbatasan ini.

"Hampir semua telur, gula pasir, dan minyak goreng curah yang kami jual berasal dari Medan," ujar Salman (26), seorang pekerja toko sembako di Panton Labu.

Ia berharap, pemerintah Aceh bisa segera membenahi sektor produksi pangan lokal agar tidak terus bergantung pada provinsi tetangga.

"Kalau Aceh bisa swasembada, tentu lebih baik. Harga juga mungkin bisa lebih terjangkau karena tidak perlu ongkos kirim dari luar daerah," tambahnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Aceh masih menghadapi tantangan besar dalam membangun kedaulatan pangannya sendiri. Meski secara geografis dan sumber daya alam sangat memungkinkan untuk menghasilkan kebutuhan pokok secara mandiri, namun belum terintegrasinya kebijakan produksi, distribusi, dan pasar menyebabkan ketergantungan ini terus berlangsung.

Pengamat ekonomi dari Universitas Malikussaleh, Dr. Muhammad Iqbal, menyebutkan bahwa perencanaan strategis dan investasi di sektor pertanian serta distribusi pangan di Aceh perlu dibenahi secara serius.

"Selama Aceh tidak serius memperkuat rantai pasok lokal, maka ketergantungan pada Sumatera Utara akan terus terjadi. Ini bukan sekadar soal pasokan, tapi menyangkut daya saing, harga, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal," ujarnya.

Langkah konkret dari pemerintah daerah sangat dinanti. Di tengah isu ketahanan pangan nasional, penguatan sektor hulu dan hilir di daerah seperti Aceh menjadi sangat penting untuk menekan ketergantungan dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.(*) 

Editor: Syahrul Usman