Badai Terjang Aceh Utara, 137 Rumah Rusak di Tiga Kecamatan, Warga Mengungsi Butuh Bantuan Darurat
ACEH UTARA| PASESATU.COM – Bencana alam kembali melanda Kabupaten Aceh Utara. Hujan deras disertai angin kencang menghantam tiga kecamatan Nibong, Meurah Mulia, dan Samudera—pada Rabu sore, 10 Juli 2025, menyebabkan kerusakan parah pada pemukiman warga, fasilitas umum, serta mengakibatkan pohon dan tiang listrik tumbang.
Data sementara mencatat 137 rumah rusak, mulai dari kerusakan ringan hingga berat. Sejumlah warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tak lagi layak huni, sementara petugas gabungan terus melakukan penanganan darurat di lapangan.
Angin kencang mulai menerjang wilayah Nibong sekitar pukul 15.00 WIB dan meluluhlantakkan lima gampong, yakni Nibong Wakuh, Kide Nibong, Nibong Baroh, Meunasah Kupoek, dan Meunasah Keh.
Sebanyak 31 rumah warga mengalami kerusakan—dari atap yang beterbangan, dinding retak, hingga bangunan semi permanen yang roboh. Tak hanya rumah, warung dan bengkel kecil milik warga pun turut terdampak.
“Fokus kita saat ini adalah keselamatan warga dan bantuan darurat. Kita sudah berkoordinasi dengan Muspika untuk tindakan lanjut,” ujar Muklis, A.Md, Geuchik Kide Nibong kepada Pasesatu.com.
Kondisi serupa terjadi di Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Meurah Mulia. Sebuah pohon asan berukuran besar tumbang akibat terpaan angin, menimpa lima rumah warga milik Nasruddin (57), Rahmawati (40), Hasbullah (53), M. Yaqub (46), dan Nasir (49).
“Untuk sementara, para korban kami arahkan mengungsi ke rumah keluarga terdekat,” kata seorang petugas lapangan saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Camat Meurah Mulia telah melayangkan permintaan bantuan masa panik ke dinas sosial kabupaten.
Kecamatan Samudera menjadi wilayah dengan dampak terparah. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 53 unit rumah rusak di lima gampong: Tanjong Mesjid, Tanjong Awe, Tanjong Hagu, Tanjong Reungkam, dan Madan.
Rincian Kerusakan:
- Tanjong Mesjid: 7 rumah rusak berat, 13 rusak ringan
- Tanjong Awe: 1 rumah rusak berat
- Tanjong Hagu: 7 rumah rusak berat, 9 rusak ringan
- Tanjong Reungkam: 6 rumah rusak berat, 4 rusak ringan
- Madan: 3 rumah rusak berat, 1 rusak ringan
Puluhan pohon besar dan tiang listrik tumbang, menyebabkan pemadaman listrik di beberapa titik dan memutus akses jalan desa.
“Kami bersama masyarakat dan aparatur gampong langsung melakukan pembersihan dan evakuasi untuk membuka jalur yang tertutup,” kata salah satu anggota TNI yang bertugas di lokasi.
Sejak badai terjadi, petugas dari TNI, Polri, BPBD, Muspika, hingga aparatur desa langsung turun ke lapangan melakukan penanganan darurat. Fokus utama adalah mengevakuasi warga, mendata kerusakan, dan membersihkan puing-puing bangunan serta batang pohon yang menghalangi jalan.
Hingga malam, belum ada laporan korban jiwa. Namun puluhan warga harus mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan berat. Mereka mengaku sangat membutuhkan bantuan tenda darurat, makanan siap saji, tikar, selimut, serta material bangunan sementara.
“Kalau hujan turun malam ini, kami tidak tahu tidur di mana. Seng rumah kami beterbangan semua,” kata Zai Ulhaq, warga Kide Nibong.
Banyak dari mereka kini mengungsi ke rumah sanak saudara atau menumpang di pos darurat yang dibuka secara swadaya.
Warga terdampak mendesak pemerintah kabupaten untuk segera menyalurkan bantuan tanggap darurat. Selain itu, upaya pemulihan infrastruktur seperti perbaikan listrik, akses jalan, dan pendataan kerugian diharapkan segera dilakukan.
Sementara itu, tim BPBD Aceh Utara bersama dinas terkait terus melakukan verifikasi lapangan terhadap jumlah kerusakan dan kebutuhan warga terdampak.
Kerugian material akibat bencana ini masih dalam proses pendataan oleh aparat di lapangan. Namun, dari skala kerusakan yang terjadi, diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.




