BERITA TERKINI

Bertahan di Pengungsian, Korban Banjir Rumoeh Rayek Butuh Rumah dan Air Bersih

Penulis : Syahrul | Editor : Tim Pasesatu

ACEH UTARA | PASESATU.COM  — Kondisi pengungsian korban banjir di Desa Rumoeh Rayek, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini masih relatif terkendali. 

Namun di balik situasi yang tampak tenang, sejumlah persoalan mendasar masih dirasakan para korban, terutama terkait sanitasi, hunian, dan pemulihan ekonomi.

Balisyah, salah seorang warga Desa Rumoeh Rayek, Rabu (07/01/2026) menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan persoalan serius yang bersifat darurat di lokasi pengungsian. Meski demikian, beberapa warga mulai mengalami gangguan kesehatan ringan.


“Untuk sementara belum ada persoalan besar. Paling hanya warga yang demam dan ada juga yang mengalami gatal-gatal,” ujar Balisyah saat ditemui di lokasi pengungsian.

Menurutnya, kebutuhan mendesak yang paling dibutuhkan warga saat ini adalah bahan pangan pokok dan air bersih. Bantuan yang datang sejauh ini masih mencukupi kebutuhan dasar pengungsi.

“Yang paling dibutuhkan itu beras. Selain itu minyak, telur, dan air bersih,” katanya.

Ia menjelaskan, stok logistik yang tersedia saat ini diperkirakan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga hingga sekitar satu bulan ke depan. Namun, ia mengaku belum bisa memastikan kondisi bantuan jika situasi pengungsian berlangsung lebih lama.

“Untuk sekarang Alhamdulillah masih cukup. Kalau ke depan, kita belum tahu,” tambahnya.

Persoalan lain yang cukup memprihatinkan adalah kondisi sanitasi di lokasi pengungsian. Hingga kini, fasilitas toilet umum belum tersedia. Banyak jamban warga yang rusak atau hanyut akibat banjir, sehingga menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

“Untuk WC belum ada. Di sini belum tersedia, dan di rumah-rumah warga juga banyak yang sudah rusak atau habis terbawa arus,” jelas Balisyah.

Ia berharap pemerintah dapat segera memberikan perhatian lebih terhadap pemulihan pascabanjir, terutama pembangunan kembali rumah warga serta pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak.

“Yang paling utama itu rumah. Setelah itu ekonomi. Banyak kebun warga yang tidak bisa dipanen, tidak bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Dalam musibah banjir tersebut, warga Desa Rumoeh Rayek juga harus kehilangan anggota keluarga. Balisyah menyebutkan, terdapat dua korban jiwa yang meninggal akibat terseret arus, yakni seorang anak dan ibunya. Selain itu, seorang warga lanjut usia dilaporkan meninggal dunia di tenda pengungsian akibat kondisi kesehatan.

Desa Rumoeh Rayek merupakan salah satu wilayah dengan dampak banjir yang cukup parah. Warga terpaksa mengungsi ke enam titik berbeda. Dari jumlah tersebut, sekitar 160 kepala keluarga berada di lokasi pengungsian Paket 16, sementara total warga terdampak di desa itu hampir mencapai 600 kepala keluarga. Sekitar 90 persen rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Warga berharap proses penanganan dan pemulihan dapat segera dilakukan agar kehidupan masyarakat bisa kembali berjalan normal dan aman.(*)