UMKM Mulai Tumbuh di Huntara Aceh Utara, Jadi Penopang Ekonomi Warga
Di tengah keterbatasan fasilitas dan ruang, warga memanfaatkan area sekitar huntara untuk membuka warung kopi, penjualan makanan ringan, kue tradisional, untuk para pekerja huntara. Aktivitas ekonomi sederhana ini secara perlahan menggerakkan kembali roda perekonomian warga yang sempat terhenti pascabencana.
Para pelaku UMKM menjalankan usaha dengan modal terbatas. Namun, semangat untuk mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan terus mendorong mereka bertahan. Kebersamaan antarwarga turut menjadi modal sosial dalam menjaga keberlangsungan usaha yang dirintis.
“Kami berusaha tetap mandiri. Walaupun kecil, usaha ini bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Rasyidah, salah seorang warga yang membuka usaha di kawasan huntara, kamis (22/01/2026).
Selain berdampak pada ekonomi keluarga, keberadaan UMKM juga menciptakan ruang interaksi sosial di lingkungan pengungsian. Aktivitas jual beli menjadi sarana memperkuat hubungan antarwarga sekaligus mengurangi tekanan psikologis selama tinggal di hunian sementara.
Tumbuhnya UMKM di kawasan huntara mencerminkan daya tahan ekonomi masyarakat dalam menghadapi situasi sulit. Dari kondisi serba terbatas, warga berupaya membangun kembali kemandirian ekonomi sebagai langkah awal menata kehidupan yang lebih stabil ke depan.(*)
