Ujian Semester di SMAN 1 Tanah Jambo Aye Kembali Digelar Usai Banjir
ACEH UTARA | PASESATU.COM – SMA Negeri 1 Tanah Jambo Aye mulai melaksanakan ujian semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 yang sebelumnya tertunda akibat banjir. Ujian tersebut dimulai pada Selasa (13/1/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga akhir pekan ini sesuai dengan mata pelajaran yang telah ditetapkan.
Kepala SMA Negeri 1 Tanah Jambo Aye, Thalha, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan ujian dapat kembali dilakukan meskipun sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pascabanjir.
“Alhamdulillah, ujian semester ganjil yang sempat tertunda akibat banjir sudah bisa dilaksanakan mulai hari ini dan insya Allah selesai dalam minggu ini sesuai jadwal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ujian diikuti oleh seluruh siswa kelas XII, sementara siswa kelas X dan XI tetap menjalani kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Dalam kondisi tertentu, sebagian siswa masih mengikuti pembelajaran dan ujian secara lesehan.
“Meski masih ada siswa yang belajar di lesehan, proses pendidikan tetap berjalan,” katanya.
Terkait ketentuan pakaian selama ujian, pihak sekolah tidak memberlakukan aturan seragam secara ketat. Namun, sekolah mengimbau siswa mengenakan pakaian berwarna gelap demi kenyamanan.
“Kami menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jika menggunakan pakaian putih dan terkena lumpur atau air, tentu tidak nyaman. Karena itu kami menganjurkan pakaian berwarna gelap. Seragam sekolah atau batik tetap diperbolehkan, yang penting bukan putih,” jelasnya.
Lebih lanjut, Thalha berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah dalam membantu pemulihan sekolah pascabanjir, termasuk dukungan terhadap mobilitas siswa.
“Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil kebijakan yang membantu pemulihan sekolah. Kami juga terbuka menerima bantuan dari pihak mana pun, baik berupa pakaian, kipas angin, maupun fasilitas pendukung lainnya,” ungkapnya.
Untuk kondisi sarana dan prasarana, sekitar 95 persen fasilitas sekolah telah dibersihkan. Kursi dan meja yang sebelumnya terendam lumpur telah dipindahkan dan dibersihkan.
“Tidak ada lagi kursi dan meja yang berada di lumpur. Insya Allah besok akan dilakukan rehabilitasi terhadap 60 set kursi,” katanya.
Proses rehabilitasi tersebut dilakukan secara swadaya oleh warga sekolah.
“Perbaikan dilakukan bersama oleh warga sekolah karena mereka mengetahui kondisi fasilitas yang rusak. Semua dikerjakan secara gotong royong,” tambahnya.
Tingkat kehadiran siswa selama ujian mencapai sekitar 90 persen, demikian pula kehadiran guru dan tenaga kependidikan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, baik dari siswa maupun dewan guru. Kerugian material memang cukup besar dan saat ini masih dalam proses pendataan,” pungkas Thalha.(*)
