BERITA TERKINI

Pemulihan Sekolah dan Puskesmas Dikebut Jelang Ramadan, Alat Berat Masih Dibutuhkan

Penulis : Syahrul | Editor : Tim Pasesatu

ACEH UTARA | PASESATU.COM - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama BNPB, TNI–Polri, dan relawan terus mempercepat penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah terdampak, terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan, agar aktivitas belajar mengajar serta program Ramadan tetap berjalan meski kondisi infrastruktur belum sepenuhnya pulih.

Upaya percepatan pemulihan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, BNPB, TNI–Polri, hingga relawan dari perguruan tinggi dan lembaga donor. Penanganan ini ditargetkan rampung dalam waktu sesingkat mungkin, mengingat Ramadan semakin dekat.
“Kita berharap dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, lebih cepat lebih bagus. Apalagi menjelang bulan puasa dan kegiatan sekolah,” ujar Jamaluddin sebagai Plt. Sekda Aceh Utara, pada Selasa (20/01/2026). 

Ia menjelaskan, selama Ramadan anak-anak tidak hanya akan mengikuti kegiatan trauma healing, tetapi juga program pendidikan keagamaan seperti Tahfiz Al-Qur’an yang telah dicanangkan pemerintah daerah. Program tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an siswa hingga Juz 29 dan 30.

Di sektor pendidikan, dari total 67 sekolah terdampak mulai jenjang PAUD hingga SMA, sebagian baru mendapatkan penanganan pada ruang kelas. Sementara halaman sekolah dan fasilitas pendukung lainnya belum tersentuh karena masih tertutup lumpur dan memerlukan alat berat seperti loader dan truk pengangkut.“Kondisi halaman sekolah memang harus menggunakan alat berat untuk pembersihan lumpur,” katanya.

Sementara itu, penanganan infrastruktur seperti jembatan dan jalan masih terbatas pada pembersihan dan penimbunan sementara agar akses masyarakat tidak terputus.

Di bidang kesehatan, dari 32 puskesmas yang ada, sebanyak 22 unit terdampak bencana. Hingga saat ini, sebagian puskesmas baru dapat melayani Unit Gawat Darurat (UGD). Layanan poliklinik belum berfungsi karena banyak peralatan medis berbasis digital dan elektrik rusak terendam air.“Untuk sementara pelayanan masih terbatas. Alat kesehatan banyak yang rusak karena terendam,” jelas Jamaluddin. 

Pemerintah daerah memastikan koordinasi terus dilakukan dengan BNPB dan pihak terkait agar pemulihan fasilitas publik dapat segera diselesaikan. Harapannya, meski dalam kondisi terbatas, kegiatan pendidikan, layanan kesehatan dasar, serta program keagamaan selama Ramadan tetap bisa berjalan.(*)