Pembelajaran Darurat di Tenda, Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Utara Tetap Berjalan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, yang juga Plt Sekda Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd, mengatakan penggunaan tenda darurat menjadi alternatif paling memungkinkan dalam kondisi saat ini. Menurutnya, pemerintah daerah berupaya memastikan hak siswa untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi.
“Pembelajaran di tenda darurat dilakukan agar anak-anak tidak terlalu lama kehilangan waktu belajar, sambil menunggu sekolah selesai dibersihkan dan diperbaiki,” ujar Jamaluddin, Selasa (06/01/2026).
Sekolah yang saat ini menggunakan tenda darurat antara lain SD Negeri 6 Tanah Jambuway, SD Negeri 9 Tanah Jambuway, serta SD Negeri 24 Tanah Jamuai. Tenda-tenda tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan mulai difungsikan sejak awal Januari 2026.
Meski sarana belajar terbatas, tingkat kehadiran siswa tercatat berkisar antara 60 hingga 70 persen. Jamaluddin menyebutkan kondisi tersebut menunjukkan semangat belajar siswa masih cukup baik di tengah keterbatasan.
Selain pelaksanaan pembelajaran darurat, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus melakukan pembersihan sekolah yang terdampak banjir. Penataan ruang kelas dan penyediaan fasilitas belajar sementara juga dilakukan secara bertahap.
Pemerintah daerah juga mulai menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah atau school kit bagi siswa terdampak. Namun, Jamaluddin mengakui jumlah bantuan yang tersedia saat ini masih terbatas. “Distribusi akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh siswa menerima perlengkapan belajar,” katanya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara menargetkan pemulihan sarana pendidikan pasca-banjir dapat segera rampung. Pemerintah daerah berharap seluruh sekolah terdampak dapat kembali beroperasi secara normal sehingga kegiatan belajar mengajar hingga akhir semester dapat berjalan tanpa kendala.(*)
