Jejak Kehancuran Banjir Bandang Langkahan: Kayu Gelondongan Masih Menghantui Warga
Font Terkecil
Font Terbesar
Penulis : Redaksi | Editor : Syahrul
![]() |
| Abdul Rafar Wartawan pasesatu.com saat berada di Desa Geudumbak memperhatikan lautan gelondongan kaya yang terbawa arus banjir. Foto : Syahrul |
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Di tengah sisa-sisa kehancuran banjir bandang yang melanda Kecamatan Langkahan, seorang jurnalis terlihat berdiri di atas tumpukan kayu gelondongan di Gampong Geudumbak Kecamatan Langkahan, Jumat (23/1/2026).
Kayu-kayu tersebut merupakan material besar yang terseret arus deras banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
Tumpukan ribuan batang kayu masih menghampar di perkampungan warga hingga hari ini. Material dari hulu sungai itu menutup lahan pertanian, merusak rumah warga, serta menghambat aktivitas masyarakat yang terdampak langsung bencana.
Kehadiran jurnalis di lokasi tersebut dilakukan untuk mendokumentasikan kondisi riil pascabencana yang hingga kini belum sepenuhnya tertangani. Dari pantauan di lapangan, sebagian material kayu masih berada di pemukiman tanpa penanganan menyeluruh, sementara warga berupaya beraktivitas di tengah keterbatasan.
“Ini bukan sekadar bekas banjir, tetapi bukti nyata betapa dahsyatnya kerusakan yang terjadi. Banyak warga masih kesulitan karena material kayu belum dievakuasi,” ujar salah seorang warga setempat.
Selain melaporkan dampak fisik, liputan di titik nol bencana juga bertujuan menggali penyebab banjir bandang, termasuk kondisi hulu sungai dan kawasan hutan yang diduga mengalami kerusakan. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait serius melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Banjir bandang 26 November 2025 tercatat sebagai salah satu bencana terparah di Kecamatan Langkahan, menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, lahan pertanian, serta meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat.(*)
