Baru Sepekan Dibersihkan, Pustu Tanjung Minjei Kembali Terendam Banjir
ACEH TIMUR | PASESATU.COM – Intensitas hujan yang tinggi pada Kamis (8/1/2026) menyebabkan Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) Tanjung Minjei, Desa Tanjung Minjei, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, kembali terendam banjir. Selain Pustu, banjir juga merendam sebuah dayah serta sejumlah rumah warga di sekitarnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena Pustu tersebut baru dibersihkan secara gotong royong oleh personel Polres Aceh Timur bersama masyarakat sekitar sekitar sepekan lalu. Namun, hujan deras kembali menyebabkan air masuk ke dalam bangunan fasilitas kesehatan tersebut.
Menurut warga, kondisi geografis wilayah dan posisi bangunan Pustu yang lebih rendah dibandingkan lingkungan sekitar menjadi penyebab utama banjir. Akibatnya, pembersihan rutin dinilai belum mampu menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut.
Tokoh masyarakat Desa Tanjung Minjei, Ridwan A. Wahab (57), menyampaikan harapannya agar pemerintah mengambil langkah permanen. Ia menilai perlu adanya renovasi atau peninggian bangunan Pustu agar pelayanan kesehatan tidak terus terganggu setiap musim hujan.
“Kami berharap pemerintah segera melakukan renovasi dengan meninggikan bangunan Pustu ini. Jika tidak, hujan lebat selama beberapa jam saja sudah cukup membuat air masuk ke ruang pelayanan,” ujar Ridwan saat ditemui Kamis (8/1/2026).
Banjir yang kembali melanda Pustu Tanjung Minjei berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat. Aktivitas pemeriksaan dan pengobatan menjadi terganggu, sementara peralatan medis serta persediaan obat-obatan berisiko rusak akibat terendam air. Kondisi tersebut juga menimbulkan beban psikologis bagi tenaga kesehatan dan warga yang harus berulang kali melakukan pembersihan pascabanjir.
Masyarakat setempat berharap Pemerintah Daerah melalui dinas terkait, serta pemerintah pusat, dapat segera melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap bangunan Pustu. Peninggian lantai dan perbaikan struktur bangunan dinilai penting agar fasilitas kesehatan tersebut dapat berfungsi optimal dan tidak lumpuh setiap kali hujan deras melanda.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya perencanaan dan pembangunan fasilitas publik yang tangguh terhadap bencana, khususnya fasilitas kesehatan yang berperan vital dalam melayani kebutuhan masyarakat.(*)
