Warga Baktiya Bertahan dengan Logistik Terbatas Pascabanjir Aceh Utara
Font Terkecil
Font Terbesar
Banjir yang melanda sejumlah kecamatan membuat beberapa wilayah masih sulit diakses. Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa rumah warga tampak rusak dan material bangunan terbawa arus ke badan jalan.
Bakhtiar, warga Kemukiman Matang Linya di Kecamatan Baktiya, mengatakan bahwa masyarakat di wilayah tersebut belum memperoleh bantuan logistik dari pihak mana pun.
“Kami hanya bertahan dengan persediaan yang ada,” ujarnya, Minggu (01/12/2025)
Seorang pengungsi lainnya menjelaskan bahwa mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barang saat banjir datang.
“Kami mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Selama beberapa hari, kami dibantu warga desa yang tidak terdampak banjir. Mereka menyediakan tempat dan makanan untuk kami,” tuturnya.
Menurut warga, sejumlah masyarakat di desa sekitar mengumpulkan beras secara swadaya untuk membantu para pengungsi. Namun warga menyebut hingga hari keenam pascabencana, belum ada bantuan logistik yang disalurkan oleh pemerintah setempat.
“Kami tinggal dua hari di pengungsian. Setelah air surut, kami kembali untuk membersihkan rumah,” kata seorang warga lainnya.
Warga juga menyampaikan bahwa air mulai memasuki permukiman pada Kamis (25/11/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. “Sebelumnya air sudah ada, tetapi belum tinggi,” ujarnya.
Hingga saat ini, warga terdampak banjir masih membutuhkan logistik, air bersih, serta obat-obatan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara saat ini sedang menyalurkan bantuan masa panik ke titik-titik yang dapat dijangkau serta melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak.
