BERITA TERKINI

Tenda Bantuan Belum Tiba, Warga Rumoh Rayeuk Dirikan Pengungsian Mandiri Pascabanjir


ACEH UTARA | PASESATU.COM 
— Warga Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, terpaksa mendirikan tenda darurat secara swadaya setelah hingga Sabtu (27/12/2025) belum menerima bantuan tenda pengungsian pascabanjir besar yang merendam permukiman mereka.

Pantauan di lokasi menunjukkan, tenda-tenda pengungsian dibangun dari terpal plastik tipis yang ditopang kayu seadanya. Sarana darurat tersebut digunakan warga untuk melindungi keluarga dari hujan dan cuaca yang tidak menentu, meski kondisinya jauh dari layak.

Situasi ini menimbulkan keprihatinan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, balita, dan perempuan, yang harus beristirahat di tempat terbuka dengan perlindungan minim. Sebagian warga mengaku tidak memiliki pilihan lain selain membangun tenda sendiri agar tetap bisa bertahan di sekitar rumah yang terdampak banjir.

Seorang perwakilan warga setempat menyampaikan harapan agar Pemerintah Pusat segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi pengungsi di Rumoh Rayeuk. Menurutnya, hingga kini belum ada tenda pengungsian standar yang disalurkan ke gampong tersebut.

“Kami berharap ada respon cepat dari Pemerintah Pusat, terutama BNPB dan Kementerian Sosial. Sampai hari ini belum ada tenda bantuan yang kami terima, sehingga warga terpaksa membangun tempat berteduh sendiri,” ujarnya.

Ketiadaan tenda resmi dinilai menyulitkan penanganan pengungsi karena warga tersebar di beberapa titik dan tidak terpusat. Selain tenda pengungsian, warga juga membutuhkan bantuan logistik, perlengkapan tidur seperti kasur dan selimut, serta pasokan pangan tambahan, mengingat stok makanan mulai menipis dan akses distribusi masih terkendala.

Warga khawatir kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan pengungsi, terlebih cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan debit air sungai belum sepenuhnya surut. Risiko penyakit meningkat seiring dengan lingkungan yang lembap dan keterbatasan sarana sanitasi.

Hingga berita ini diturunkan, warga Gampong Rumoh Rayeuk masih bertahan di tenda-tenda darurat rakitan sambil terus memantau perkembangan kondisi sungai dan menunggu bantuan resmi dari pihak terkait.(*) 


Editor : Syahrul