Kondisi Ambulans Puskesmas Langkahan Pasca Banjir Aceh Utara Masih Terkendala, Layanan Darurat Terhambat
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Hingga Rabu, 3 Desember 2025, kondisi ambulans Puskesmas Langkahan masih mengalami kendala serius pasca banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada 26 November 2025.
Kerusakan pada kendaraan operasional tersebut menghambat layanan rujukan dan penanganan darurat bagi warga terdampak banjir.
Berdasarkan informasi dari lapangan, ambulans PKM Langkahan sempat terjebak dan terendam banjir di wilayah terdampak. Beberapa bagian vital seperti kelistrikan, mesin, dan perangkat pendukung medis tidak dapat berfungsi, sehingga kendaraan itu tidak bisa digunakan sejak hari pertama bencana.
“Kondisi ambulans memang sangat terdampak, bahkan proses evakuasinya saja baru bisa dilakukan setelah air mulai surut,” ujar salah satu petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas Langkahan.
Terganggunya operasional ambulans membuat petugas kesehatan di wilayah tersebut harus mencari alternatif lain untuk merujuk pasien. Beberapa kali tenaga medis terpaksa menggunakan mobil dinas, mobil pribadi, bahkan meminjam kendaraan warga untuk membawa pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Situasi menjadi lebih berat karena jumlah warga yang jatuh sakit pasca banjir meningkat setiap hari. Banyak warga mengeluhkan gatal-gatal, infeksi kulit, ISPA, diare, demam, hingga komplikasi penyakit kronis akibat kondisi lingkungan yang masih belum sepenuhnya pulih.
Puskesmas Langkahan bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara disebut sedang berkoordinasi untuk mempercepat evakuasi dan perbaikan ambulans. Meski demikian, akses ke lokasi tempat ambulans terperangkap cukup sulit sehingga proses penanganan berlangsung lambat.
“Kita berharap ambulans bisa segera ditarik dan diperbaiki. Ini kebutuhan mendesak karena masyarakat sangat bergantung pada layanan kesehatan,” tambah petugas tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi ambulans masih berlangsung, sementara tenaga kesehatan tetap berupaya maksimal memberikan layanan terbaik bagi masyarakat di tengah keterbatasan. (*)
