Janji Tak Kunjung Terwujud, Krisis Layanan Kesehatan Pascabanjir di Langkahan Masih Terabaikan
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara, khususnya Kecamatan Langkahan, meninggalkan persoalan serius di sektor kesehatan. Hingga akhir Desember 2025, layanan kesehatan dasar di wilayah tersebut masih belum pulih sepenuhnya, menyusul rusaknya fasilitas Puskesmas Langkahan dan hilangnya satu unit ambulans yang terseret arus banjir.
Puskesmas Langkahan mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir. Sejumlah ruang pelayanan tidak dapat difungsikan, peralatan medis rusak, sementara sebagian persediaan obat-obatan dilaporkan hanyut. Kondisi ini semakin diperburuk dengan hilangnya satu-satunya ambulans puskesmas, yang selama ini menjadi tumpuan utama rujukan pasien darurat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun PASESATU.COM, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebelumnya disebut telah menyampaikan komitmen untuk membantu pengadaan ambulans pengganti pascabencana. Namun hingga kini, bantuan tersebut belum terealisasi. Masyarakat juga mengaku belum menerima kejelasan resmi terkait waktu penyaluran bantuan dimaksud.
Ketiadaan ambulance memaksa tenaga kesehatan di Langkahan mengandalkan pinjam pakai kendaraan dari puskesmas di kecamatan lain. Jarak tempuh yang cukup jauh dinilai berisiko, terutama saat menghadapi kasus kegawatdaruratan seperti persalinan, penanganan balita sakit, maupun pasien dengan kondisi kritis.
Sejumlah warga menilai lambannya respons pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan, mencerminkan kurangnya perhatian terhadap daerah terdampak bencana, terutama wilayah pedalaman yang akses dan infrastrukturnya terbatas. Padahal, layanan kesehatan merupakan kebutuhan mendesak yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam masa pemulihan pascabencana.
“Kami hanya ingin pelayanan kesehatan kembali normal. Ambulance sangat dibutuhkan. Kalau terjadi keadaan darurat, keterlambatan bisa mengancam nyawa,” ujar seorang warga Langkahan yang enggan disebutkan namanya.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya risiko keselamatan warga apabila pemulihan sektor kesehatan tidak segera dilakukan. Masyarakat berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah pusat, termasuk pengadaan ambulans baru, pemulihan peralatan medis, serta rehabilitasi bangunan Puskesmas Langkahan.
Hingga berita ini diterbitkan, PASESATU.COM masih berupaya mengonfirmasi pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memperoleh penjelasan resmi terkait realisasi bantuan dan langkah penanganan krisis layanan kesehatan pascabanjir di Kecamatan Langkahan. (*)
