BERITA TERKINI

Akmal Daud Serahkan Bantuan Obat-obatan ke Dinkes Aceh Utara, Kebutuhan Korban Banjir Masih Mendesak

Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul

ACEH UTARA | PASESATU.COM — Pekerja sosial masyarakat, Akmal Daud, menyerahkan bantuan obat-obatan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Utara guna mendukung penanganan kesehatan warga terdampak banjir.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Abdurrahman, di kantor dinas setempat. Obat-obatan yang diserahkan merupakan titipan dari dua lembaga kemanusiaan, yakni relawan DNA serta Global Ehsan Relief Aceh Indonesia.

Akmal mengatakan, seluruh bantuan disalurkan melalui jalur resmi agar pendistribusiannya tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Semua obat-obatan yang dititipkan kepada saya hari ini sudah diserahkan langsung ke Dinas Kesehatan Aceh Utara. Harapannya, bantuan ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, khususnya warga terdampak bencana banjir,” ujar Akmal kepada Pasesatu, Senin (29/12/2025).

Ia menegaskan, hingga saat ini kebutuhan obat-obatan di wilayah terdampak banjir masih tergolong tinggi. Berdasarkan hasil pemantauannya di lapangan, termasuk di sejumlah daerah pedalaman, ketersediaan bantuan kesehatan masih terbatas.

“Kebutuhan obat-obatan masih sangat mendesak. Dari pantauan di lapangan, bantuan kesehatan yang tersedia belum mencukupi. Saya terus berkeliling, termasuk ke wilayah pedalaman, dan kondisi ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Selain mendistribusikan logistik, Akmal menyebut posko yang dikelolanya juga menampung bantuan di sektor kesehatan dan kebutuhan lainnya sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

“Posko kami tidak hanya fokus pada logistik. Obat-obatan juga kami tampung. Pemulihan pascabencana tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, tetapi harus mencakup kesehatan, fasilitas umum, pendidikan, dan aspek lainnya,” jelasnya.

Akmal juga menyoroti dampak psikologis yang masih dialami masyarakat pascabanjir. Menurutnya, trauma yang dirasakan warga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait.

“Trauma masyarakat itu nyata. Upaya trauma healing harus menjadi bagian dari penanganan pascabencana. Ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga pemulihan mental warga,” ujarnya.

Terkait aktivitas keagamaan dan pendidikan nonformal yang belum sepenuhnya pulih, Akmal berharap peran aparatur desa dan para guru pengajian dapat lebih dioptimalkan.

“Anak-anak tetap membutuhkan pendidikan keagamaan. Peran aparatur desa dan para guru sangat penting untuk menghidupkan kembali kegiatan tersebut agar pemulihan sosial masyarakat bisa berjalan lebih baik,” katanya.

Di akhir keterangannya, Akmal menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan relawan kemanusiaan, baik dari dalam maupun luar negeri, atas kepedulian yang telah diberikan kepada masyarakat Aceh.

“Semoga bantuan yang dititipkan oleh para donatur benar-benar bermanfaat dan dapat meringankan beban masyarakat Aceh yang terdampak bencana,” pungkasnya. (*)