Pembagian Bantuan Pangan 2025 di Tanah Jambo Aye: Warga Senang, Sistem Masih Amburadul
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM - Penyaluran Bantuan Pangan 2025 di Kecamatan Tanah Jambo Aye kembali menjadi momen penting bagi ribuan keluarga penerima manfaat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
Bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng dibagikan di empat titik: Kantor Camat, Meunasah Panton, Lhok Beuringen, serta Tanjung Dalam Utara. Kehadiran bantuan ini jelas melegakan warga, terutama masyarakat kecil yang sehari-hari bergantung pada pendapatan tidak menentu.
Namun, kegembiraan tersebut tidak diikuti dengan pelaksanaan yang tertata. Di sejumlah lokasi, warga terpaksa mengantre berjam-jam akibat lemahnya koordinasi dan pengaturan teknis. Petugas yang terbatas tidak mampu mengendalikan arus kedatangan warga yang membludak sejak pagi. Kondisi itu membuat banyak lansia dan perempuan harus berdiri lama di bawah terik matahari, menunggu giliran tanpa kepastian alur antrean.
Di tengah situasi tersebut, Ratnawati—salah satu penerima manfaat—tetap mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya telah memperhatikan rakyat kecil melalui bantuan pangan ini. “Kami sangat terbantu, apalagi kondisi sekarang serba mahal. Terima kasih kepada Presiden yang masih peduli,” ujarnya penuh haru.
Meski begitu, ucapan terima kasih warga seperti Ratnawati tidak semestinya dijadikan alasan bagi pemerintah daerah untuk merasa puas. Bantuan yang bermanfaat tetap membutuhkan tata kelola yang profesional dan bermartabat. Warga menilai, penyaluran yang semrawut hanya menunjukkan kurangnya kesiapan pemerintah kecamatan dalam memprediksi jumlah penerima dan mengatur titik distribusi.
Sejumlah warga berharap pembagian berikutnya disiapkan lebih baik: tambahan petugas, sistem antrean yang jelas, serta pemetaan jadwal kedatangan agar tidak terjadi penumpukan. Jika pola amburadul ini terus dibiarkan, ketidakpuasan akan meningkat dan menimbulkan risiko penyimpangan dalam distribusi bantuan. (*)
