BERITA TERKINI

MTQ Ketiga Antar Dusun di Gampong Matang Teungoh Jadi Inspirasi, Anak-Anak Tumbuh Cinta Al-Qur’an


ACEH UTARA | PASESATU.COM
– Meunasah Matang Teungoh, Kecamatan Baktiya Barat, Kamis (11/9/2025) malam, kembali dipenuhi cahaya dan suara merdu lantunan ayat-ayat suci. Malam kedua pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ketiga tingkat gampong ini bukan hanya menjadi ajang lomba antar dusun, tetapi juga sumber inspirasi bagi masyarakat.

Anak-anak kecil dengan penuh percaya diri maju melantunkan doa harian, ayat-ayat pendek, hingga praktek shalat. Di sisi lain, remaja dan pemuda tampil dalam lomba pidato, cerdas cermat Islami, serta tilawah Al-Qur’an. Mereka bukan sekadar berkompetisi, tetapi menunjukkan bahwa generasi Matang Teungoh sedang tumbuh dengan pondasi iman yang kuat.

Ketua Panitia, Marhaban Daud, mengatakan bahwa semangat peserta dan dukungan masyarakat adalah bukti bahwa Al-Qur’an tetap menjadi cahaya yang menerangi kehidupan. “MTQ ini bukan soal siapa yang juara, melainkan bagaimana kita menanamkan cinta Al-Qur’an sejak dini. Dari sinilah lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menjaga marwah Islam,” ujarnya.

Geuchik Razali menambahkan, MTQ antar dusun ini sekaligus mempererat silaturahmi. “Melihat anak-anak berani tampil, orang tua mendampingi dengan sabar, dan masyarakat bergotong royong menyukseskan acara, inilah wajah gampong yang penuh berkah. Semoga MTQ ini menjadi ladang amal dan jalan menuju perubahan yang lebih baik,” katanya penuh harap.

Di sela-sela acara, lantunan marhaban dan shalawat menggema, menambah suasana religius. Khatijah, salah seorang panitia, tak kuasa menahan rasa bangganya. “Setiap malam meunasah penuh. Orang tua membawa anak-anak kecil untuk melihat langsung. Itu artinya syiar Islam terus hidup dan akan diwariskan ke generasi berikutnya,” ucapnya.

MTQ ketiga tingkat gampong ini bukan hanya tentang juara, melainkan tentang nilai. Tentang bagaimana anak-anak belajar percaya diri, tentang bagaimana pemuda berani bersuara lewat pidato Islami, dan tentang bagaimana sebuah gampong bisa bersatu karena cahaya Al-Qur’an.

Gelaran ini akan berlangsung hingga malam keempat, dengan penutupan dan pengumuman juara. Namun, sesungguhnya setiap peserta sudah menjadi pemenang, karena keberanian mereka untuk tampil adalah inspirasi yang akan dikenang.(*) 

Editor : Syahrul Usman