Kas Negara Rp200 Triliun Ditempatkan ke Bank BUMN, Dorong Kredit UMKM dan Sektor Riil
Font Terkecil
Font Terbesar
JAKARTA | PASESATU.COM – Menteri Keuangan yang baru dilantik, Purbaya Yudhi Sadewa, langsung mengambil langkah strategis dalam mengelola kas negara. Pemerintah menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun ke lima bank milik negara dengan tujuan memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif.
Kebijakan ini menjadi salah satu keputusan awal Purbaya setelah menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan kas negara ke depan tidak hanya berfokus pada stabilitas, tetapi juga pada peningkatan produktivitas dana publik.
“Penempatan uang negara ini bukan sekadar menjaga likuiditas, tetapi juga menjadi instrumen fiskal agar dana publik bekerja lebih produktif bagi masyarakat,” kata Purbaya dalam keterangan resmi perdananya, Jumat (12/9/2025).
Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-21 Masa Persidangan IV Tahun 2024–2025, Sri Mulyani melaporkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) tahun 2024 mencapai Rp459,5 triliun. Setelah dipakai untuk pembiayaan APBN dan memperhitungkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA), saldo akhir kas negara tercatat Rp457,5 triliun.
Dari jumlah tersebut, Rp200 triliun ditempatkan pada lima bank BUMN dengan rincian:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI): Rp55 triliun
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI): Rp55 triliun
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Rp55 triliun
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN): Rp25 triliun
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI): Rp10 triliun
Kalangan perbankan menilai kebijakan ini akan memperluas ruang penyaluran kredit, terutama untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor riil yang membutuhkan tambahan pembiayaan. Likuiditas yang lebih kuat juga diyakini dapat menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian global.
Pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan ini dinilai sebagai sinyal perubahan arah kebijakan fiskal. Dana kas negara yang sebelumnya cenderung mengendap kini diarahkan untuk lebih cepat mengalir ke masyarakat, guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.(*)
Laporan : Muliadi, A.Ma
Editor : Syahrul Usman
