Tujuh Tahun Tak Mampu Berjalan, Mantan Kombatan GAM di Aceh Timur Dapat Bantuan Kursi Roda
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH TIMUR | PASESATU.COM — Setelah lebih dari tujuh tahun hidup dengan keterbatasan fisik dan tidak mampu berjalan, Abdul Muthalib Karim, warga Desa Senuebok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, akhirnya menerima bantuan satu unit kursi roda.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Staf Baitulmal Aceh Timur, Sanusi, didampingi Wakil Panglima Sago Kuta Buloh, Muzakir alias Panglima Pion, serta Kepala Desa Senuebok Saboh, Muktar, di kediaman Abdul Muthalib.
Bagi Abdul Muthalib dan keluarganya, kursi roda tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas dan memudahkan aktivitas sehari-hari setelah selama bertahun-tahun ia lebih banyak bergantung pada bantuan keluarga.
Kepala Desa Senuebok Saboh, Muktar, menyampaikan apresiasi kepada Baitulmal Aceh Timur dan pihak-pihak yang turut membantu warganya.
“Saya mewakili diri sendiri dan seluruh masyarakat desa sangat berterima kasih kepada Baitulmal Aceh Timur dan kepada Wakil Panglima Sago Kuta Buloh. Bantuan ini bukan sekadar benda, melainkan harapan baru bagi warga kami yang telah lama kesulitan,” ujar Muktar, Kamis (17/09/2026).
Menurut Muktar, perhatian terhadap warga yang membutuhkan menjadi hal penting, terutama bagi mereka yang telah lama menjalani kehidupan dengan keterbatasan.
Keluarga Abdul Muthalib juga menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Mereka mengatakan kursi roda itu sangat membantu setelah lebih dari tujuh tahun mendampingi dan merawat Abdul Muthalib.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Sanusi, Baitulmal Aceh Timur, Wakil Panglima Sago, serta semua pihak yang telah berupaya memberikan bantuan ini. Selama tujuh tahun lebih kami merawat beliau, bantuan ini sungguh meringankan beban kami,” ungkap pihak keluarga.
Abdul Muthalib Karim disebut merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kini mengalami keterbatasan fisik. Bantuan kursi roda tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitasnya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap keluarga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Muktar berharap perhatian terhadap warga yang membutuhkan, termasuk para mantan pejuang yang kini mengalami keterbatasan, dapat terus berlanjut.
“Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang telah membantu dan membawa manfaat bagi Abdul Muthalib serta keluarganya,” harap Muktar.
Bantuan sederhana itu kini menjadi bagian penting dalam keseharian Abdul Muthalib. Setelah lebih dari tujuh tahun menghadapi keterbatasan mobilitas, kursi roda tersebut diharapkan dapat membuat aktivitasnya menjadi lebih mudah dan membantu keluarga dalam memberikan pendampingan.***
Editor : Syahrul




