Ayah Wa Percayakan Penanganan ODGJ kepada Mawardi Barona: Bukan Sekadar Diamankan
Font Terkecil
Font Terbesar
![]() |
| Mawardi alias Barona sebagai Ketua Penanganan ODGJ di Kabupaten Aceh Utara. Foto Abdul Rafar / pasesatu.com |
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memberi perhatian terhadap penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang membutuhkan pertolongan dan pendampingan. Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil atau Ayah Wa menunjuk Mawardi alias Barona sebagai Ketua Penanganan ODGJ di Kabupaten Aceh Utara.
Penunjukan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan ODGJ, terutama mereka yang ditemukan berada di ruang publik dan membutuhkan bantuan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Mawardi mengatakan, tugas tersebut akan dijalankan dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Menurutnya, ODGJ tetap memiliki hak untuk diperlakukan secara layak dan mendapatkan perhatian dari lingkungan sekitar.
“Yang kita lakukan ini bersifat kemanusiaan. Mereka juga manusia, punya keluarga dan punya hak mendapatkan perhatian serta perlakuan yang layak,” ujar Mawardi, Rabu (16/9/2026).
Ia menilai penanganan ODGJ tidak cukup hanya dengan mengamankan atau memindahkan mereka dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Diperlukan penanganan yang tepat, termasuk koordinasi dengan keluarga, tenaga kesehatan, aparatur gampong, serta pihak terkait lainnya.
“Kita tidak ingin mereka dibiarkan begitu saja di jalanan tanpa kepedulian. Mereka membutuhkan perhatian dan pertolongan,” katanya.
Mawardi mengakui penanganan ODGJ bukan pekerjaan sederhana. Tantangan dapat muncul ketika petugas harus menghadapi ODGJ di ruang publik, mengidentifikasi keberadaan keluarga, hingga memastikan yang bersangkutan memperoleh penanganan yang sesuai.
Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan mereka.
“Intinya, kita ingin membantu sesama manusia. Tidak ada kepentingan lain. Yang kita kedepankan adalah kemanusiaan dan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan,” tegasnya.
Penanganan ODGJ, lanjut Mawardi, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, keluarga, aparatur gampong, dan masyarakat memiliki peran penting agar ODGJ tidak semakin terpinggirkan.
Pendekatan tersebut juga penting untuk mengurangi stigma terhadap ODGJ. Mereka bukan sekadar orang yang ditemukan berada di jalan, tetapi individu yang memiliki hak, keluarga, serta kebutuhan untuk mendapatkan pertolongan dan perlakuan yang manusiawi.
Di Aceh Utara, upaya tersebut kini menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah dengan Mawardi alias Barona dipercaya mengoordinasikan penanganan ODGJ.
Pesannya sederhana: ketika seseorang sedang kehilangan arah dan membutuhkan pertolongan, haknya sebagai manusia tetap harus dihormati.***
Editor : Syahrul



