BERITA TERKINI

Tangis Haru Sambut Kepulangan Marzuki yang Dideportasi dari Malaysia Usai Dibantu Haji Uma

Tangis Haru Sambut Kepulangan Marzuki yang Dideportasi dari Malaysia Usai Dibantu Haji Uma

ACEH UTARA | PASESATU.COM
– Suasana haru menyelimuti kediaman Marzuki Bisu (45), warga Desa Ranto, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara, Kamis malam (18/9/2026). Tangis tak terbendung pecah saat sang istri, Mursyidah, dan dua anak laki-lakinya memeluk erat Marzuki yang telah terpisah bertahun-bertahun.

Marzuki merupakan penyandang tunawicara. Ia berangkat ke Malaysia 4,5 tahun lalu menggunakan paspor turis dan bekerja sebagai buruh bangunan. Keterbatasan komunikasi dan masalah dokumen membuatnya tersandung kasus overstay hingga ditahan otoritas imigrasi Malaysia. Selama 7 bulan terakhir, Marzuki hilang kontak dengan keluarga. 

Kepulangan Marzuki tak lepas dari bantuan Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, karena setelah menerima laporan melalui surat Kepala Desa setempat, langsung mengutus tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) untuk melacak keberadaan Marzuki di sejumlah tahanan imigrasi Malaysia.

“Setelah ditelusuri, Marzuki ditemukan di Tahanan Imigrasi Machap Umboo, Melaka, Untuk mempermudah proses diplomasi dan pemulangan, kita juga memberikan keterangan resmi serta jaminan pakta integritas kepada imigrasi setempat guna memastikan bahwa Marzuki adalah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh.”jelasnya saat mengantar langsung ke kediamannya.

Menurutnya, keterbatasan fisik yang dimilikinya membuat komunikasi menjadi salah satu kendala utama selama bekerja dan berurusan dengan petugas. Marzuki berhasil dipulangkan dari Malaysia melalui jalur deportasi ke Batam, turut menanggung seluruh biaya kelanjutan perjalanan mulai dari tiket penerbangan Batam menuju Bandara Kualanamu hingga transportasi darat menuju kampung halamannya di Aceh Utara.

 “Kita mengimbau untuk masyarakat Aceh agar menggunakan dokumen resmi saat bekerja di luar negeri agar terhindar dari masalah hukum dan memudahkan penanganan jika terjadi kendala di negara orang,” pintanya.

Sementara Kepala Desa (Geuchik) Meunasah Ranto, Khusairi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih mendalam kepada Haji Uma atas kepedulian dan bantuan nyata yang telah diberikan kepada warganya.

“Tanpa kepedulian dan langkah cepat dari Haji Uma beserta tim, keluarga tentu akan terus diselimuti ketidakpastian dan hanya menanti kabar Marzuki.”pungkasnya.***

Editor : Syahrul