Pameran UMKM di Milad ke-800 Aceh Utara Jadi Ruang Pemulihan Ekonomi Warga
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Rangkaian peringatan Milad ke-800 Aceh Utara tidak hanya menjadi ajang perayaan sejarah dan budaya. Kehadiran puluhan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk kembali menggerakkan aktivitas ekonomi setelah bencana banjir yang melanda Aceh Utara pada akhir 2025.
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, meninjau sejumlah stan UMKM di kawasan Lapangan Upacara Aceh Utara, Jumat (11/9/2026).
Dalam kunjungannya, Bupati melihat langsung berbagai produk yang ditawarkan pelaku usaha, mulai dari makanan hingga aneka produk lokal. Kehadiran Ayah Wa juga menarik perhatian pengunjung yang kemudian mengajaknya berswafoto.
Memasuki hari kelima pelaksanaan, kawasan perayaan Milad ke-800 Aceh Utara masih ramai dikunjungi masyarakat. Pengunjung tidak hanya berasal dari Aceh Utara, tetapi juga dari sejumlah daerah lainnya.
Bagi masyarakat, kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk kembali beraktivitas setelah Aceh Utara dan sejumlah wilayah lain di Aceh mengalami bencana banjir besar pada November 2025.
Ayah Wa mengatakan, kegiatan Milad ke-800 Aceh Utara tidak semata-mata diarahkan untuk mengenang sejarah kejayaan Samudera Pasai. Menurutnya, momentum tersebut juga diharapkan memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
“Harapannya, selain mengenang kejayaan Samudera Pasai, kegiatan ini juga bisa memulihkan atau mendongkrak perekonomian masyarakat,” kata Ismail A. Jalil saat meninjau stan UMKM.
Menurut dia, keterlibatan pelaku UMKM dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian penting agar momentum perayaan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir 2025 turut memukul kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di sejumlah daerah. Aceh Utara termasuk wilayah yang terdampak, dengan kerusakan rumah, kehilangan harta benda, serta terganggunya aktivitas masyarakat.
Pemulihan pascabencana hingga kini masih berlangsung. Sebagian penyintas masih menghadapi berbagai kebutuhan, termasuk pemulihan tempat tinggal dan sumber penghidupan.
Di tengah proses tersebut, aktivitas ekonomi masyarakat menjadi salah satu aspek yang perlu kembali diperkuat. Pameran UMKM dalam rangkaian Milad Aceh Utara diharapkan dapat menjadi salah satu ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka kepada masyarakat.***




