BERITA TERKINI

Bunda Salma Antar Kursi Roda, Air Mata Warga Pecah Pasca Bencana

Bunda Salma Antar Kursi Roda, Air Mata Warga Pecah Pasca Bencana

ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Kepedulian Anggota DPRA Aceh Hj. Salmawati, S.E., M.M., atau yang akrab disapa Bunda Salma, kembali menyentuh warga yang membutuhkan. Di tengah kondisi masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan pasca bencana, Bunda Salma mendatangi langsung dua warga lanjut usia yang selama bertahun-tahun mengalami kelumpuhan di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Bukan sekadar menyerahkan bantuan, Bunda Salma datang langsung ke rumah penerima untuk mengantarkan dua kursi roda kepada Muhammad Asan (68), warga Dusun Satu Pak Puteh, Gampong Meunasah Panton Labu, dan Syamsuddin Pasaribu (75), warga Dusun Cempaka, Desa Sama Kurok.

Kehadiran Bunda Salma di tengah keluarga penerima bantuan tersebut disambut haru. Air mata bahkan tak mampu dibendung keluarga ketika kursi roda yang selama ini dibutuhkan akhirnya tiba di depan rumah mereka.

Muhammad Asan, misalnya, sudah sekitar empat tahun lebih banyak menjalani hari dalam kondisi terbaring akibat penyakit yang dideritanya.

Saat Bunda Salma datang, Asan didampingi putranya, Agus.

Empat tahun bukan waktu yang sebentar bagi sebuah keluarga. Selama itu pula, keluarga harus menjalani rutinitas merawat orang yang mereka cintai dengan segala keterbatasan.

Agus tak kuasa menahan tangis ketika menerima bantuan tersebut.

“Sudah empat tahun Ayah terbaring. Alhamdulillah, hari ini Bunda Salma datang langsung mengantarkan kursi roda untuk Ayah,” ujar Agus dengan suara bergetar.

Bagi Agus dan keluarganya, kedatangan Bunda Salma bukan hanya menghadirkan sebuah kursi roda. Bantuan itu memberikan kemudahan bagi sang ayah untuk bergerak sekaligus menghadirkan harapan baru setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan dalam keterbatasan.


Perhatian Bunda Salma juga dirasakan keluarga Syamsuddin Pasaribu.

Di rumah sederhana di Desa Sama Kurok, Syamsuddin yang telah berusia 75 tahun selama ini didampingi istrinya, Rosmina Siregar (71).

Rosmina setia merawat suaminya di usia senja. Ketika Bunda Salma menyerahkan kursi roda, Rosmina tak mampu menyembunyikan rasa harunya.

“Alhamdulillah, kami diberikan bantuan kursi roda ini. Suami saya sangat membutuhkannya. Terima kasih Bunda Salma,” ucap Rosmina sembari mengusap air matanya.

Bantuan tersebut menjadi semakin berarti bagi keluarga penerima karena diberikan langsung di tengah masyarakat yang masih menghadapi berbagai kebutuhan pasca bencana.

Bunda Salma mengatakan, bantuan kursi roda merupakan bagian dari kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang memiliki keterbatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kita berharap bantuan kursi roda ini dapat bermanfaat bagi mereka, membantu aktivitas sehari-hari, serta memberikan semangat dan motivasi untuk terus menjalani kehidupan,” kata Bunda Salma.

Menurutnya, perhatian kepada masyarakat tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi persoalan besar. Warga yang hidup dalam keterbatasan juga membutuhkan perhatian agar tetap dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Penyerahan bantuan turut didampingi aparatur desa dan tokoh masyarakat setempat.

Geuchik Gampong Sama Kurok, Zulfikar, yang akrab disapa Jol Kopral, menyampaikan apresiasi atas perhatian Bunda Salma kepada warganya.

“Terima kasih kepada Bunda Salma yang sudah membantu warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang selama ini membutuhkan,” ujarnya.

Bagi Bunda Salma, dua kursi roda tersebut mungkin hanya sebuah bantuan sederhana.

Namun bagi Muhammad Asan dan Syamsuddin, bantuan itu berarti kesempatan untuk menjalani hari dengan sedikit lebih mudah.

Di tengah pemulihan masyarakat pasca bencana, langkah Bunda Salma mendatangi langsung warga menjadi bentuk perhatian terhadap kelompok yang membutuhkan dukungan.

Hari itu, yang tersisa bukan hanya dua kursi roda di rumah warga.

Ada pula air mata, ucapan terima kasih, dan harapan yang tumbuh kembali.

Bagi keluarga penerima, kehadiran Bunda Salma menjadi pengingat bahwa di tengah kesulitan yang mereka hadapi, masih ada kepedulian yang datang mengetuk pintu rumah mereka.***

Editor : Syahrul