Aceh Utara Waspada Peningkatan Curah Hujan hingga Akhir 2026, Warga Diminta Siaga Banjir
Font Terkecil
Font Terbesar
![]() |
| Foto : Ilustrasi |
Imbauan tersebut disampaikan melalui materi publikasi BPBD Kabupaten Aceh Utara dengan mengacu pada Surat Himbauan Pemerintah Aceh tertanggal 14 September 2026 Nomor 300.2/11114. Surat tersebut berkaitan dengan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana berdasarkan informasi prediksi cuaca dan potensi peningkatan curah hujan dari BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Banda Aceh.
Pemerintah daerah secara khusus mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan aliran sungai dan wilayah rawan bencana untuk mengantisipasi kemungkinan genangan, banjir, serta dampak hujan deras.
Beberapa daerah aliran sungai yang disebut dalam imbauan tersebut meliputi Krueng Sawang, Krueng Peuto, Krueng Pirak, Krueng Pase, dan Krueng Jambo Aye.
Warga diminta memindahkan barang-barang berharga ke lokasi yang lebih tinggi apabila hujan lebat berlangsung lebih dari dua jam. Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko kerugian apabila terjadi peningkatan debit air atau banjir.
Selain mengamankan barang berharga, masyarakat juga diminta mencari titik aman atau tempat evakuasi sementara yang ramah bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Pemerintah mengingatkan warga untuk memutus aliran listrik di dalam rumah apabila air mulai menggenang atau memasuki permukiman. Langkah ini diperlukan untuk menghindari risiko korsleting listrik.
Anak-anak juga diminta tidak bermain di sekitar saluran air, sungai, atau area banjir yang memiliki arus deras guna mencegah kecelakaan dan korban jiwa.
Dalam imbauan tersebut, seluruh keuchik atau kepala desa beserta perangkat gampong diminta proaktif memantau kondisi wilayah masing-masing.
Apabila terjadi dampak bencana atau kerusakan infrastruktur, perangkat desa diminta segera melaporkannya kepada Posko Satgas Bencana BPBD Kabupaten Aceh Utara atau melalui camat masing-masing.
Pemantauan dan pelaporan secara cepat diharapkan dapat mendukung penanganan bencana serta mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga mengingatkan masyarakat di wilayah dataran tinggi untuk mewaspadai potensi angin kencang dan longsor.
Sementara itu, warga di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap angin kencang, gelombang pasang, dan banjir rob.
Masyarakat dianjurkan mempersiapkan obat-obatan dasar sesuai kebutuhan keluarga serta menyimpan perlengkapan penting dan dokumen berharga dalam satu tas yang siap dibawa ketika evakuasi diperlukan.
Kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode peningkatan curah hujan.
Warga diharapkan terus memantau informasi cuaca dan peringatan bencana dari sumber resmi, serta berkoordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait apabila terjadi kondisi darurat.
Melalui imbauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga mengajak masyarakat untuk berdoa bersama demi keselamatan dan perlindungan dari berbagai ancaman bencana.***





