Aceh Utara Siapkan Revitalisasi Situs Sejarah Samudera Pase
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, mengatakan Bupati Aceh Utara telah meminta dinasnya menyusun rencana anggaran biaya (RAB) untuk penataan dan perawatan situs-situs bersejarah tersebut.
“Bapak Bupati sudah menyampaikan pesan khusus kepada kami, tolong dihitung RAB-nya dan direnovasi semaksimal mungkin. Jangan seperti kondisi sekarang,” kata Jamaluddin, pada Selasa (08/09/2026).
Jamaluddin menyebut sejumlah situs yang menjadi perhatian, di antaranya kawasan makam Sultan Malikussaleh serta sejumlah peninggalan sejarah Samudera Pase lainnya.
Menurutnya, penataan situs perlu dilakukan secara terencana agar kondisi peninggalan sejarah tetap terjaga. Selain aspek pelestarian, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan religi.
“Ke depan barangkali menjadi objek wisata, khususnya wisata religi di Samudera Pase,” ujarnya.
Jamaluddin menilai peninggalan Samudera Pase memiliki nilai sejarah yang tidak hanya berkaitan dengan Aceh Utara, tetapi juga bagian dari perjalanan peradaban Islam di Nusantara.
Ia mengatakan keberadaan makam Sultan Malikussaleh dan situs-situs terkait Samudera Pase menjadi bagian penting dari warisan sejarah yang perlu dirawat dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Karena Malikussaleh ini bukan hanya milik kita di Aceh Utara, tetapi milik masyarakat Nusantara. Ini adalah sebuah peradaban yang sangat besar sekali,” katanya.
Menurut Jamaluddin, perawatan situs sejarah juga penting untuk memastikan generasi mendatang tetap dapat melihat dan mempelajari jejak peradaban Samudera Pase secara langsung.
Ia berharap revitalisasi situs sejarah dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kebudayaan dan pariwisata di Aceh Utara. Dengan demikian, situs-situs tersebut tidak hanya terjaga dari sisi fisik, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pernyataan tersebut disampaikan Jamaluddin dalam rangkaian peringatan 800 tahun Samudera Pase yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali memperkenalkan sejarah dan peradaban Samudera Pase kepada masyarakat, termasuk generasi muda.
“Sudah saatnya kita bangkitkan Samudera Pase ini ke seluruh Nusantara,” pungkasnya.***
Penulis : Syahrul Usman





